Showing posts with label jakarta. Show all posts
Showing posts with label jakarta. Show all posts

Wednesday, August 24, 2011

Ragusa - Es Krim Italia

The oldest ice cream parlor in Jakarta
Cafe Ragusa, tampak depan

Membaca sebuah postingan tentang es krim di internet, yang isinya tentang ulasan es krim Ragusa berikut dengan foto-fotonya yang menggiurkan berhasil membuat saya penasaran untuk mencoba. Maka di suatu akhir pekan, kami sekeluarga beranjak menuju Kota Tua Jakarta sebagai tujuan awal. Ketika matahari beranjak tinggi, mulailah kami melangkahkan kaki menuju tujuan berikutnya yaitu Mesjid Istiqlal, mesjid terbesar di Asia Tenggara. Ketika adzan berkumandang, segeralah kami shalat dzuhur.

Banana Split @ Ragusa
Banana split

Suasana sejuk di dalam mesjid mudah sekali melenakan mata kami untuk segera terpejam :D Ahhh... jangan tidur dong, toko es krim ada di sebelah mesjid tuuuhh !! Siang bolong panas terik enak banget kalo makan dingin-dingin. Apalagi mencoba es krim yang sudah kondang dan lumayan bikin saya penasaran setengah mati.

Konon kabarnya, es krim Ragusa tidak menggunakan bahan pengawet dalam pengolahannya yang sudah dirintis sejak 1932. Resep dan cara pembuatan es krim Italia ini langsung dibawa oleh pemilik awal yang berasal dari Italia. Suasana cafe yang kuno dengan perabotan yang juga kuno memang memberikan atmosfir tersendiri. Tapi sayaaannnggg banget pas kami ke sana, tempatnya penuh, yang kosong hanya di dekat WC. Aiihhh... jadi pengen cepet-cepet ngabisin es krimnya. Itu juga masih banyak yang antri untuk bisa duduk dan menikmati es krim di tempat.

Ice Cream Ragusa
Special Mix

Kalau anda punya waktu sempatkanlah mampir, dengan banyaknya pilihan rasa dan aneka bentuk cantik dari es krim Ragusa akan membuat anda dimanjakan ketika menikmati kelezatan sendok demi sendok. Lupakan saja tentang dietmu, ukuran pinggangmu, berat badanmu, pleasure should come first :p

Es Krim Italia - Ragusa
Jl. Veteran I No. 10
Jakarta Pusat

-tika hapsari nilmada-

Saturday, September 04, 2010

Ciz n Chic (Western and Oriental Food)

Kebetulan beberapa hari yang lalu, Valens (kontributor dari Surabaya), yang sekaligus teman kantor saya datang ke Jakarta. :)

Chicken Cordon Bleu @ Ciz n Chic

Saya sempatkan mengajaknya mampir ke sebuah rumah makan di daerah Kemanggisan dekat kampus Binus. Namanya "Ciz n Chic". Makanan di sana temanya ya ayam dan keju. Walaupun pilihan menu selain ayam juga ada, tapi sedikit. Tempatnya tidak terlalu besar, tapi ramai oleh mahasiswa dan harganya pun terjangkau.

Saat itu Valens memesan Chicken Cordon Bleu, berupa daging ayam gulung yang berisi keju dan daging asap. Saya memesan Chic ala Ciz n Chic, daging ayam yang dipotong kecil2 lalu disiram saus keju. Yum.... :p

Chic ala Ciz n Chic

Di tempat ini disediakan berbagai macam saus yang bisa dipilih. Ada saus BBQ, black pepper, mushroom dan mayonaise. Dan juga bisa dipilih ingin memakai nasi atau kentang. Harga tetap sama walaupun kita pilih dengan nasi.

Aneka minuman disediakan di sini, dari lemon squash, moccareo, cola float, mocha frappe, dan aneka smoothies. So, buat yang doyan dengan steak enak harga mahasiswa, bisa datang ke tempat ini.

Salam ngincip

Ciz n Chic
Jl. U No. 33
Kemanggisan - Jakarta Barat


-tika hapsari nilmada-

Saturday, June 13, 2009

Mie Juhi Betawi Asli

Kalau anda penggemar makanan betawi, patut mencoba yang satu ini.

Di suatu sore sepulang kantor, perut lapar rasanya enak makan makanan berkuah. Di pasar Kebayoran Lama tepat di samping showroom motor Suzuki di dekat kumpulan penjual pisang, ada sebuah warung tenda kecil bertuliskan "MIE JUHI BETAWI ASLI".

Aroma dari kuah mie juhi yang sedang dimasak pun menguar begitu saya masuk ke warung tersebut. Saya memesan 1 porsi untuk dimakan di tempat. Tak lama kemudian, pesanan saya datang. 1 piring campuran mie, potongan juhi, kol, risol, kentang, tomat, telur rebus dan kuah, bertabur emping dan sedikit acar bawang merah dan cabe rawit.

Hhhhmmmm.......rasanya pas, dari manis dan gurihnya. Tinggal tambah sambel bila suka. Coba deh...pasti ketagihan :D
Harga per porsi 8000 rupiah.

-tika hapsari nilmada-

Friday, March 21, 2008

Seafood Santiga - Jakarta

Memperingati penugasan Lavender di Jakarta, dan setelah gagal ke festival Kenduri Rakyat Adira akhirnya November lalu aku mengajak Lavy dan seorang teman yang baru kenal mampir ke warung seafood yang terletak di Jalan Raya Benhil (kalo salah alamat punten yak :D) Jakarta Selatan. Ancer-ancer yang jelas adalah pasar Benhil. Kalau masuk dari Jl. Sudirman terus aja setelah lewat pasar dan perhatikan sisi kanan jalan. Seafood Santiga ini selalu ramai pengunjung jadi pasti mudah diketahui posisinya. Kalau masih bingung silahkan tanya tukang parkir.

Keistimewaan seafood di sini adalah harganya yang ga terlalu mahal dan rasanya yang 'mak nyooss!'. (Informasi ini kudapat dari liputan SCTV yang secara kebetulan aku lihat saat di Bengkulu.) Juga ada live music yang sebenernya ga begitu kedengeran suaranya karena kalah dengan suara kompor. Dan satu lagi, warung ini terletak di depan sebelah kiri Restoran Aceh sehingga kita bisa memesan makanan dari Restoran ini juga. Tak sedikit pengunjung yang memesan makanan di seafood dan memesan teh tarik -yang merupakan minuman favorit- dari Restoran Aceh tersebut. Karena baru pertama kali ngincip di situ kami tidak mengetahuinya dan memesan minuman standar dari warung seafood yaitu es jeruk, lemon tea dan es teh. Sedangkan makanan yang kami pesan adalah kerang rebus, (setelah tanya mas-mas di depan kita menu yang mereka pesan), cumi saus padang, kangkung telur puyuh dan 1 nasi putih. Sebenarnya pengen banget ngincip kepiting tapi karena si teman baru ga mau makan jadi ya dibatalkan. Akhirnya sambil menunggu pesanan datang kami celingak-celinguk ngintip apa aja yang dipesan orang-orang di sekitar. Lavy sebenarnya hampir kalap pesen kepiting tapi karena aku ancam buat makan sendiri akhirnya dia dapat dikendalikan :(

Pesanan yang pertama datang adalah kerang rebus. Benar-benar kerang yang direbus tanpa diberi bumbu apapun dan disajikan dengan sambal semacam saus sambal yang ditambah cabe lagi. Pedesnya mantab. Kerang rebus ini nampaknya merupakan menu favorit karena hampir di semua meja terlihat gundukan kulit kerang dan penyajiannya pun cepat. 3 orang mas-mas di depan kami malah hanya pesan kerang rebus aja tiga-tiganya tanpa pesanan lain.


Kemudian nasi putih, cumi saus padang dan kangkung telur putih muncul menyusul si kerang. Penasaran dengan cumi saus padang kami segera mencicipinya. Ternyata tiada yang istimewa. Biasa saja seperti cumi saus biasa. Yang bisa disebut istimewa malah kangkungnya. Aku tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata keistimewaan rasa kangkung telur puyuh ini. Bukan karena kangkung yang empuk atau telur puyuh yang bagaimana tapi ada rasa yang khas. Aku rasa itu bukan rasa saus tiram. Lavy please jelasin di komen ya...

Untuk semua yang telah kami pesan kami harus membayar 75ribu rupiah. Mayan murah kan? Dengan konsekuensi kami berdua kekenyangan meski mata masih lapar. Dan karena masih penasaran dengan kepiting dan kerang besar yang kami lihat diantar ke salah satu meja, aku dan Lavy memutuskan untuk datang lagi setelah pulang kantor beberapa minggu kemudian.

Kali ini karena benar-benar kelaparan setelah kerja seharian maka kami pesan kerang besar rebus, 1/2 kepiting bakar (karena 1 porsi isinya 2 ekor dan kami yakin ga bakalan sanggup habisin), kangkung cah udang (kangkung tetep fav :p) dan 1 nasi putih.

Seperti sebelumnya kerang rebus juga datang lebih dulu. Rasa penasaran kami sebenarnya tidak perlu karena ternyata kerang kecil lebih tasty daripada kerang besar. To ittemo wakaranai yo nee...
Lebih tepatnya kerang kecil lebih gurih dibanding kerang besar. Dari segi penampilan juga kerang besar ini cangkangnya berwarna hijau tetapi ada beberapa bagian yang berbercak putih jadi agak mengurangi selera makan.


Kepiting bakar kami pilih dengan pertimbangan saus padang ternyata tidak istimewa, sedangkan yang lain (saus tiram, saus mentega, asam manis) pun tidak menarik. FYI, di seafood sini, udang, cumi, kepiting, ayam masing-masing ada menu saus padang, saus tiram, saus mentega, asam manis dan bakar. Sedangkan untuk ikan ada goreng, bakar, sop ikan sayur asin, ikan asam manis, ikan tahu tauchi. Dan 2 jenis menu kerang yaitu kerang rebus dan kerang saus tiram. Menu kepiting bakar tidak mengecewakan kami kali ini. Perlahan tapi pasti kami menikmati sensasi kelembutan daging kepiting bakar. Kami tidak banyak mengalami kesulitan dengan cangkang kepiting karena kokinya dengan baik hati telah meremukkan cangkang untuk memudahkan kami menyantapnya.
Untuk semua yang kami pesan plus 1 es teh tawar, 1 teh botol dingin, dan 1 es jeruk kami harus menebusnya dengan Rp. 97.500,00 lunas. :p

Bagi teman-teman pembaca jika sedang berada di sekitar Benhil, Plasa Semanggi, pada malam hari, silahkan menyempatkan diri untuk mampir ke Seafood Santiga.

Monday, July 02, 2007

(Mie Aceh) Warung Bang Djali - Blok M Jaksel

'mau makan di restoran padang
bukan berarti harus ke padang
cukup ada di sini, dekat kita sendiri
kita tinggal menikmati'

Masih ingat lagu yang dinyanyiin Enno Lerian kecil itu? Tapi ternyata hal itu hanya bisa berlaku di Jakarta yak? Karena di Surabaya saya ga nemuin makanan yang disebut 'Mie Aceh'. Baru setelah ke Jakarta saya bisa merasakan makanan ini.

Kira-kira sebulan setelah datang ke Jakarta ini, seorang teman sesama perantau dari Surabaya ngajakin nyoba makanan ini. "Warung Bang Djali" ini gampang banget ditemuin karena letaknya yang strategis. Naik aja busway jurusan 'Blok M - Stasiun Kota', turun di halte terakhir Blok M. Turun dari busway trus lewat pintu keluar. Tangga terakhir langsung belok kanan dan ketemulah warung ini. Tepat di sebelah kanan pintu keluar busway. Jadi kalo ga naik busway, cari aja di tiap pojok lobby keberangkatan (?) terminal Blok M pasti nemu warung ini di salah satu pojokannya.

Ada mayan banyak menu di warung ini, tapi jangan cari menu 'mie Aceh'. Ga bakalan nemu! Cari aja menu 'mie rebus/goreng'. Itu aja dah merujuk ke mie Aceh. Atau 'mie tongseng' (apa oseng ya, lupa lagi, maaf). Pertama datang dulu, ngincip mie tongseng itu ternyata rasanya ga beda ma mie rebusnya hanya kuahnya yang dikit.

Emang rasanya seperti apa? Pernah makan kari Thailand atau Pakistan atau India? Nah mirip itu. Jadi bumbu rempah-rempahnya kerasa banget. Ato daripada susah coba aja mie instan merk 'Kare'. Mirip itu juga. Tapi di 'Warung Bang Djali' ini rasa rempahnya lebih manteb beibeh! Mienya pun ga terlalu empuk jadi pas banget.
Tapi hati-hati! Tiup mienya kuat-kuat kalo tidak ingin lidah terbakar pada suapan pertama. Terutama jika memilih mie kuah! Dan, satu lagi untuk yang ga bisa makan makanan pedas, siap-siap aja pesen minuman yang banyak. Emang pedes gitu? Ya dong!!! Kari gitu loh. Kari sama dengan pedes! Harus itu. :)
Untuk topping bakal ditemuin emping, mentimun dan acar bawang merah + cabe rawit. Kalau beruntung kadang ada daging kambing keselip diantara mie. :p

Untuk satu porsi mie di sini, 9000 rupiah harus dibayar ke kasir. Hari ini untuk makan ma adik-adik tingkat semasa kuliah, saya ngeluarin Rp 31500 untuk 2 mie kuah, 1 mie goreng, 1 es teh tawar, 1 es teh manis, dan 1 teh botol sosro. Harga standar untuk makanan di Jakarta.

Teman saya juga merekomendasikan roti canai, tapi maaf, saya belum sempat mencicipinya. Ada yang minat ngincipin roti canainya? Ceritain ke saya gimana rasanya yak?!

Pesan terakhir! Kalo makan di sini bawa kipas tangan deh soalnya panas buanget meski dah ada kipas angin di dinding. Mungkin ga ya, dipasang AC di warung ini???

Saturday, March 17, 2007

Salt n’ Light – Jakarta Selatan

Mengingat banyak banget orang sakit (bahkan temen kantor ngamar karena kurang kalsium) jadi aku memutuskan untuk memperbanyak konsumsi makanan sehat.

Kemarin malem pulang dari jenguk teman yang ngamar, teman-teman (teman sekantor 4 orang) ngajak nge-soup di deket kos. Nama tempat makan itu adalah Salt n’ Light yang beralamat di Jln. Setiabudi Tengah No 2 Jakarta telp 5278751

Dari luar ga nyangka kalo itu adalah tempat makan karena penampakannya seperti salon (aku msuk aja tanpa liat neon box bertulis ‘Salt n’ Light food drink snack’). Begitu masuk di sebelah kiri adalah kasir kemudian tempat lalin ditata seperti resto (1 meja dikelilingi 4 kursi). Tempat ini berbentuk kecil memanjang dan disekat menjadi 3 ruangan. Kami memilih duduk di ruang paling dalam. Dinding dicat coklat yang mengesankan ketenangan, dan memang tempat yang benar-benar tenang dan menyenangkan. Interiornya diset minimalis tapi rapi.

Aku kok malah cerita interior eksterior ya? :p

Ya udah langsung ke makanan. Menu di Salt n’ Light ini campuran antara menu Chinese food yang sudah meng-Indonesia dan menu Eropa. Ada salad, soup, steak, nasi goring, berbagai menu ayam dan daging sapi. Tapi yang paling menyenangkan adalah banyak menu sayuran. Karena tujuan kami adalah menu sehat jadi malam itu 2 teman memesan vegetables soup (@Rp 8500), seorang memesan chili with bean soup (Rp 8500), seorang memesan nasi capcai (Rp 10500) sedang aku sendiri memesan corn soup (Rp 9500). Harga makanan di tempat ini mayan sih, ga terlalu mahal untuk kami-kami yang pas-pasan. Semua yang memesan soup ga pesan main dish karena lagi diet (termasuk aku hehe.. :p)

Corn soup-ku datang paling awal dan saking laparnya aku langsung menyantapnya tanpa sempat memoto, jadi sori kalo ga ada potonya ya. Soup ini kental-nya pas dengan rasa cream susu yang dominan tapi tidak mengurangi rasa manis jagung dan juga gurihnya putih telur dan daging ayam. Bener-bener pas dan sesuai ma seleraku :D

Kemudian yang datang menyusul adalah chili with bean soup dan vegetables soup. Terakhir nasi capcai.Chili with bean soup ini berisi kacang merah dan daging cincang. Rasa yang dominan adalah rasa tabasco jadi meskipun pedas tapi tetep ada asem-asemnya. Parutan mentega yang ditaburkan dia atas soup ini ga berpengaruh banyak pada rasanya soup itu sendiri menurutku.

Setelah puas ngincip chili with bean soup trus giliran ngincip vegetables soup. Menurutku ini menu yang paling menggoda setelah corn soup. Dari penampilannya yang berwarna-warni ditambah aromanya yang segar sangat menimbulkan selera. Sayurannya memang standar yaitu sawi hijau, sawi putih, wortel, jagung muda, jamur, cauliflower (brokoli putih) dan sedikit daging ayam. Soup ini lebih enak jika dimakan tanpa ditambah apapun seperti saos sambel atau saos tomat.

gambar : capcay, chili & sayur

Untuk nasi capcai rasanya standar, tidak ada hal istimewa yang patut diceritakan. Begitu pula jus strawberi (Rp 5500) yang sayang sekali sangat encer bahkan tidak terasa strawberinya.

Ada yang tertarik mencoba menu sehat ini? Selamat mengincip! :)

Sunday, February 11, 2007

Dapur Cokelat - Jakarta

Bentar lagi Hari Valentine jadi teman2 di kantor yang punya gandengan pada ribut nyari coklat. Aku yang gak suka makanan/ kue2 manis tapi kalo denger kata ‘coklat’ dah langsung mbingungi, tentu saja ikutan ribut nyari coklat juga. Bukan mo dikasih siapa2 tapi buat dimakan ndiri :D

Jumat kemarin teman yang biasa bareng brangkat ke kantor ngajak mampir “Dapur Coklat”, toko coklat (juga bikin cake/ cookie sih tapi banyakan coklatnya, cakenya juga coklat) setelah pulang kerja. Dapur Coklat punya 4 gerai yaitu di :
1. Jl. Wijaya I no. 53 Jaksel, telp 726 5146, fax 739 6358
2. Jl. K. H. Ahmad Dahlan no. 12 Jaksel, tep 7279 3134 fax 726 6727
3. Jl. H. O. S. Cokroaminoto no. 59 Jakpus, telp 3190 8152 fax 3190 1261
4. Kompleks Green Ville blok BL no. 4 Jakbar, telp 5695 8638

Kemarin kami ke gerai Jl. K. H. Ahmad Dahlan yang selalu kami lewati kalau pergi ke kantor. Di sini tempatnya gak seberapa besar, hanya seperti satu ruangan di sudut halaman rumah gitu tapi dipasang juga neon box yang nunjukin tempat itu adalah sebuah toko coklat.

Berhubung sekarang dah deket2 Valentine jadi dekorasinya Valentine banget, lambing ‘love’ di jendelanya. Begitu masuk di depan mata yang ada berbagai macam coklat, cookie, dan juga cake. Di sini tentu saja bisa pesen cake buat kawinan / ultah / hadiah. Sementara coklat yang dijual ada yang dah paketan ada yang perbiji. Untuk yang bijian (kira2 ada 10 jenis) per onsnya (10-11biji) dichash 10 ribu rupiah. Yang paketan ada (dari yang paling mahal) :

  • Choco love box, 100 ribu
  • Praline heart, 75 ribu
  • Choco box, 55 ribu
  • V’tine butterfly, 40 ribu
  • V’tine surprise, 37 ribu
  • V’tine cd, 35 ribu
  • Romantic cup cake, 35 ribu
  • Choco bar, 35 ribu
  • Colour of love, 30 ribu
  • Choco bag, 25 ribu
  • Big heart lollypop, 20 ribu
  • V’tine bag, 10 ribu
  • Candies wrap, 7.500
  • V’tine card, 7.500
  • V’tine lollypop, 5.000

Kebanyakan ‘menu’nya berhubungan dengan Valentine karena memang ini adalah edisi khusus hari kasih sayang. :p

Untuk lebih jelasnya kunjungi saja www.dapurcokelat.com Foto2 ada di alamat itu.

Salam ngincip :)