Showing posts with label yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label yogyakarta. Show all posts

Wednesday, June 02, 2010

Gudeg Jogja Bu Hj. Amad

Ini hasil liputan saya dari Jogja dalam rangka jemput nyokap. Nama depotnya Gudeg Mbarek Bu Hj. Amad. Letaknya di utara gedung pusat UGM. Bagaimana sampai di tempat ini? maaf, saya sendiri engga bisa mendeskripsikan karena waktu kesana dipandu tante. Yang pasti masuk ke kompleks univ. UGM kemudian keluar, masuk lagi trus nyampai. Jalan di dalem UGM nan luas bikin saya bingung dan kesulitan buat menghapalnya.


Jelasnya di depan ada plang warna kuning seperti di atas dan kalau dari jalan nampak etalase plus penjualnya yang sibuk melayani seperti gambar dibawah.


Nyokap pesen gudeg satu besek yang terdiri dari sebungkus krecek pedes....


dan empat butir telur, sepotong besar ayam, tahu dan leher plus kepala ayamnya serta bumbu cair.


Semuanya ini bisa dibeli dengan harga limapuluh ribuan. Rasanya gudeg banget, enakkk. Telurnya kenyal empuk, suwiran dagingnya engga alot, tahunya juga remasuk apalagi gudegnya. Yummy dah pokoknya.

Di dalem depot ini banyak banget pigura foto artis-artis yang pernah makan di dalemnya.

Saya pribadi memberi nilai 4 1/2 dari 5. Recomended dari segi rasa dan harga :). Salam ngincip dari kota gudeg.

Wednesday, April 18, 2007

Soto Balung - Jogja

Ngincip kali ini membawa suasana makan yang artistik, tepatnya berada di Kota Jogja, di dalam sebuah art galery bernama Sapto Hoedojo. Sapto Hoedojo terletak di Jl. Solo Km. 9, kalo dari Jogja menuju ke Klaten (ke arah timur) pasti ngelewati, tidak jauh juga dari Museum Affandi, kira-kira cuma lima menit perjalanan. Di pintu masuk, di sebelah kiri disuguhkan kerajinan tangan berupa cincin, gelang yang bermotif etnik, kemudian di dalam, ruangan dipisah menjadi 5 bagian, di sebelah timur (ruang utama) adalah kerjainan batik (kain, baju, sarunf dll), di sebelah barat ada tempat pameran foto-foto dan tempat sembahyang (buddha) dengan patung kuning emasnya yang besar-besar. Di sebelah utara ada 3 tempat, yakni kolam renang, ruangan kecil untuk pajangan topeng, patung-patung dan yang terakhir adalah ruangan yang cukup besar untuk makan (mini resto) sekaligus untuk pagelaran wayang kulit tradisional. Diruangan ini juga dipajang bermacam benda etnik, mulai koleksi keris, topeng dll. Tempatnya sejuk, dengan kolam ikan disamping dan tetumbuhan yang rindang di kiri- kanannya

Ngincip dan Bo(ambang) tergelitik dengan menu yang disuguhkan, yakni Soto Balung dan Walang, namun sayang saat kami disana walang sedang tidak musim, jadi engga bisa nyoba.
Soto Balung yang disediakan lumayan unik, rasanya lebih mirip ke tom yam, tidak seperti soto pada umumnya di daerah jawa timur. Soto Balung dilengkapi dengan iga sapi kecil, cakar ayam dan jamur (tebal berwarna hitam-krem) yang jumlahnya cukup banyak kemudian didalamnya ada potongan jahe, bawang putih satu siung, cabe besar sebagai penghias dan daun entah apa itu engga tau, kuahnya sedep pokoknya. Soto Balung dijual Rp. 10.000,- dengan Nasi Rp. 2.500,- plus Es Teh Rp. 5.000,-.. Mahal.. ?? jawabannya tergantung lidah anda :)

Ngincip memberi nilai 3,5 balung dari 5 balung... top margotop.... salam ngincip dari Jogja...

Monday, April 02, 2007

Lesehan Jaran - Jogja

Keber berwarna kuning dengan tulisan merah "Lesehan Nasi Goreng Jaran" yang tentu saja membuat lidah penasaran, penasaran akan rasa dibalik sebuah tulisan *sok puitis*. Warung kaki lima ini terletak di Jalan Panembahan Senopati di kota Jogja, di dekat jalan Jayeng Prawiran dan di seputar hotel wilis (yg sepertinya hotel ini sudah engga beroperasi lagi). Untuk ancer-ancer ngincip tidak bisa menjelaskan secara detil.. maklum.. bukan penduduk asli kota Jogja.

gambar : keber di foto dari pinggir jalan Senopati

Kali ini ngincip membawa mahluk bernama Riko (sebagai guide) dan Boambang sebagai tersangka... eh responden. Jaran (bahasa jawa) berarti Kuda, seperti artinya, warung ini menjual makanan yang berhubungan dengan daging jaran alias kuda. Menu yang ditawarkan adalah Nasi Goreng Kuda, Sate Kuda dan Tongseng Kuda. Ngincip mencoba Tongseng Kuda dan Sate kuda saat mencoba.

gambar : Tongseng Kuda, Nasi, Sate Kuda

Tongseng kuda rasanya ok banget, seperti gulai namun lebih kental, santan, jahe, daun jeruk kerasa di lidah... plus daging kuda dan kol setengah matang yang masih kriuk-kriuk, lombok bukan di ulek melainkan di rajang (potong) tipis-tipis dan ditaburkan. Begitupula Sate Jarannya, rasanya juga Ok dengan bumbu sederhana standar, irisan kol mentah, lombok dan bawang merah dicampur kecap manis, dagingnya empuk banget. Btw ternyata daging kuda rasanya kenyal dan engga seberapa berserat seperti daging ayam, hampir mirip sapi tapi lebih empuk dan seperti berlemak. Total yang harus ditebus untuk 5 Nasi Putih, 2 Es teh, 1 Es Jeruk, 1 Tongseng dan 2 porsi Sate (20 tusuk) adalah Rp. 37.500,-...

Ngincip memberi nilai 4 jaran dari 5 jaran :)... ... salam ngincip dari ngayojokarto hadiningrat..