Thursday, November 22, 2007

Korean Traditional Porridge (본죽 - Bokjuk), Incheon - South Korea

We saw the Bokjuk restaurants for so many times actually. It can be found like almost everywhere (at least) in this city. But last Saturday was the first time we tried it, this time the one nearby Lotte Mart. It took about 20 minutes walking from our apartment in a very cold weather, but it worthed!



It was lunch time so the restaurant was pretty crowded. The menu list was in three languages: Korean, English and Japanese so we didn't get any difficulty to decide which one to choose. Toooo bad I forgot to take picture so I couldn't remember the Korean name of porridge we ordered. I had porridge with mushroom and oyster while Hiro had porridge with abalone.



The porridge came in a large bowl with Korean chili paste, kimchi, and braised pork (maybe) in soy sauce as side dishes. The porridge itself had kind of grated nuts and seaweed as topping. It did smell good and I felt starving in a second.
My porridge was really tasty, with rich amount of mushrooms and oysters. The Kimchi was fresh, and for me the pork was really a perfect match for the porridge (I even finished Hiro's). Hiro's porridge was also very delicious but the abalone was cut into tiny pieces, perhaps because abalone is not as cheap as oyster.

My porridge was 8000 won, and Hiro's porridge was 10,000 won. Bit pricey compared to other Korean food we've had, but I really like it that I'm so sure I'll eat it again sometime soon.

This porridge is now on my "Korean Top Food" list. Too bad we only have about 4 weeks left living here, but I hope at least we could have 3 times porridge lunches (we only dine out on Saturday)

PS: sorry pake bahasa Inggris. Postingan ini sama persis dengan blog pribadi saya. Gak ada waktu buat translate ke Indonesian :p

Saturday, October 13, 2007

Lontong Kikil

Pada awalnya kami ingin mencoba Lontong Kikil yang pernah diulas di sebuah televisi tentang wisata kuliner, Lontong Kikil yang berada di daerah Simolawang. Namun setelah mecari dua kali daerah tersebut dan tidak ketemu akhirnya perburuan Lontong Kikil berubah haluan ke daerah Waru, jauh amat haluannya yak :p.

Ngincip kembali mensurvey bersama Pratu. Pratu ini seperti rekan saya si Denny, namun bedanya dia terbungkus dalam tubuh seorang wanita hiakakaka. Dia mampu menghabiskan semua makanan dengan tandas tak bersisa termasuk siap menghabiskan makananku yang tak habis pula, anggota ngincip tulen :p.
Lontong kikil Waru terletak di daerah Waru dan konon penjual yang sekarang adalah generasi ketiga alias cucunya, untuk menuju kesana paling gampang anda cari saja bunderan Waru, tapi ambil sisi kiri jangan belok kanan ke bundaran. Jalan lurus aja sampai tampak Jembatan layang, tetap ambil sisi kiri (jangan naik jembatan). Seteleh itu ganti haluan ambil sisi kanan mepet ke jembatan, setelah itu putar balik (kalau belok kanan ke Terminal Purabaya). Setelah putar balik liat sisi kiri, nanti ada warung cilik yang cukup rame, warung Lontong Kikil Waru, nah itu dia... !!


Lontong kikil ini disajikan dalam sebuah mangkuk, terdiri dari empat atau lima potong kikil yang cukup besar, kikilnya empuk banget. Bagi para Bapak-Ibuk yang pakai gigi palsu pun tak perlu kuatir untuk mencicip menu ini hehe. Menurut Pratu, kuahnya terlalu bening dan kurang kental, namun menurut saya rasanya cukup full taste. Rasa kaldunya cukupan engga terlalu menyengat, di meja disiapkan potongan jeruk purut untuk campuran kuah biar engga terlalu enek, tapi sayang jeruk purutnya kok rada hambar alias kurang masam, jadinya engga seberapa pengaruh setelah di kecrotin. Untuk penyedap, lontong kikil ditaburin ama potongan daun bawang, dari bonggol sampe daunnya dimasukin semua.

Harga yang harus ditebas untuk dua porsi kikil, lontong dan dua gelas es teh adalah delapan belas ribu rupiah (betul ? saya ditraktir soalnya jadi engga perhatian haha), patut dicoba.

Ngincip memberi nilai tiga setengah dari lima. Salam ngincip di cerita berikutnya ;)

Saturday, September 08, 2007

Nasi item

Pada awalnya bermula dari sebuah perbincangan di blog teman tentang mie item yang ada di Jakarta, tapi entah mengapa pembahasan berbelok ke nasi item yang bercokol di Surabaya, tepatnya Jalan Klampis Jaya No. 25B. Ngincip kali ini 'nodong' Pratu sebagai guidenya, kebetulan tanggal muda dan tentunya yang bersangkutan masih berkelimpahan kekeke.

gbr : suasana di dalam Rice Box

'Rice Box', itu nama restonya.. engga seberapa besar, kira-kira hanya ada 8 meja saja yang masing-masingnya dapat menampung empat orang. Suasana di dalam lumayan nyaman, konsep minimalis dengan dominasi warna orange membuat tampak segar diiringi alunan musik easy listening yang sedikit nge-jazz, volume sayup-sayup cukup jelas di telinga namun tidak mendominasi sehingga perbincangan lirih pun tidak terganggu olehnya, pendingin udara juga pas temperaturnya.


gbr : nasi goreng selangit (kiri), nasi goreng item (kanan)

Kami mencoba dua menu, Nasi Goreng Item Seafood& Nasi Goreng Selangit. Nasi goreng item, memang nasi yang di goreng biasa namun berwarna hitam, bukan hitam gosong tapi konon hitam itu berasal dari campuran tinta cumi-cumi (atau gurita yak ?? lupa :p), rasanya mayan unik tapi kalo lidah engga peka ga bisa ngerasain bumbu khasnya, soalnya lembut banget. Nasi Goreng dicampur dengan potongan-potongan udang dan cumi yang engga pelit alias mayan banyak berserakan. Nasi dihidangkan bareng dengan sambal 'ramuan khusus' yang uueenaaakkkkk... agak manis dan pedesnya pas, jadi perutku yang sensitif ini tidak berontak :D, disamping itu acar juga enak, di potong tipis2, manis kecut dan sedikit kenyal... sepertinya itu krai ya ?, bukan mentimun.

Ibuk Guide si Pratu memesan Nasi Goreng Selangit, warnanya coklat gelap. Ngincip mencomot sesendok dan... rasaaneee ueenakkk ternyata. Nasi Goreng ini diberi bumbu rawon, dan kayaknya rasa kluweknya kentara banget alias remasuk di nasinya, jadi aromanya berat. Nasi Goreng selangit diberi sambal khusus dan krupuk beberapa biji, ngincip engga sempet merasakan sambalnya (keburu abis) :p.

Porsi menurut ngincip mayan boanyak, ini porsi kalo dirumah bisa dimakan buat dua kali jam makan, jam enam malem dan jam sembilan malem, tapi heran si Guide kok ya bisa abis ludes ... terus terang, aku pulang kelempoken wakakaka

Nasi goreng seafood bisa diganti dengan harga 16rb, sedang nasi goreng selangit ditebas dengan harga 15rb. Mahal ? Murah ?... tergantung lidah anda menilai :)

salam ngincip dari Surabaya....

Monday, August 20, 2007

Sosis Putih Bayern München

Posting pertama dari negerinya Mas Hitler nih... hehehe. Kali-kali aja ada yang pingin mampir ke Munich atau München, ibukota negara bagian Bayern, (semua pasti tau klub sepakbola Bayern München dong). Di Bayern, harus nyoba yang namanya Weisswurst (weiss = white, wurst = sausage), alias sosis putih. Sosis ini khas cuma ada di Bayern aja, di negara-negara bagian Jerman lainnya ngga ada, dan kalaupun bisa nemu di Surabaya (denger2, Ranch Market dan supermarket2 internasional di Surabaya pada jual makanan import?), pasti rasanya palsu, hihihi.




Sosis putih ini khas dan mengundang pro-kontra. Kenapa khas? Karena dihidangkan dengan air rebusan sosisnya juga. Sementara sosis-sosis lain umumnya kan digoreng atau di-grill atau di-barbecue, dan warnanya coklat. Kalau di Thüringen, negara bagian tempat Bratwurst yg terkenal itu berasal (pernah denger Bratwurst kan? Sosis goreng yg dimakan pake roti kayak hotdog gitu), semua orang pasti ngejek-ngejek sosis putihnya Bayern. Kata mereka "Sosis kok direbus pake air panas. Yekkk, nyenyek-nyenyek, basah, putih jelek dan ngga enak". Hihihi.

Padahal aslinya Weisswurst ini enak lho. Baru nyoba pertama kali kemarin, berhubung udah tinggal 2 minggu di Bayern, sekalian aja ikutan ngampung seperti ciri khas orang2 Bayern, dan ikut makan masakan "aneh" mereka.


Sosisnya dihidangkan di kuah mirip kuah bakso gitu, ada daun seledri nya. Yang lucu, waktu mau nyeruput kuahnya, LHO?, ngga disediain sendok??? Ohhh ternyata kalo orang Bayern makan sosis rebus ini, kuahnya enggak dimakan, cuma dibuat penyedap rasa aja. Hihihi, padahal kalo di Indo kan kuah itu yang paling enak diseruput. Akhirnya saking ngiler pingin tau rasanya, penulis terpaksa menyeruput kuah sosis itu dari mangkok langsung, hehehe. Eh ternyata enak lho, gurih-gurih gitu. Khas kuah kaldu, walaupun kurang gurih karena ngga pake ajinomoto atau MSG pembawa kanker khas kuah Indonesia, hehehe.



Lebih unik lagi, sosis putih ini ternyata bukan dimakan dengan dipotong-potong gitu. Menurut teman (orang Jerman juga) yang ikutan makan kali ini, orang Bayern asli makan sosis ini dengan diseruput bagian dalam dagingnya yang putih, gurih, dan empuk itu. Jadi sosisnya dipegang pake tangan atau garpu, terus isinya DIHISAP sampe habis (hussshhh jangan bayangin aneh-aneh ya), sampai tinggal kulit sosisnya aja terkulai dan ditinggalin di mangkoknya.
Sosisnya sendiri gurih, sedap, nggak terlalu asin, tapi rasa 'babi' nya kental banget, dan karena direbus, dagingnya empuk dan halus seperti meleleh di lidah.

Sosis putih ini dihidangkan dengan saus mustard buat cocolan, dengan pretzel (roti kering yang uasiiiinnn buangetttt). Mustard-nya aneh banget, coklat jelek dan rasanya manis-manis asam plus tajammmm menusuk lidah. Penulis memutuskan, mustard khas Bayern ini enggak enak, selain karena warnanya mengingatkan sesuatu yang menjijikkan (hehehe...) rasanya juga terlalu tajam karena manis asam dan agak-agak berbau lobak. Aneh dehhhh pokoknya. Lebih enak pakai saus tomat biasa.






Harga sosis ini 1,5 euro per biji, hmmm kalau dirupiahkan (dengan kurs 12.000 per 1 euro), sekitar 18 ribu rupiah per potong. Pretzel nya gratis, mustard nya juga. Wahhh tapi jangan salah, makan 2 sosis putih Bayern ini kenyaaaanggg buanget, karena sosisnya guedheeee, panjang dan gendut (satu sosis panjang sekitar 20cm dan diameter 4cm), nggak kayak sosis Indo yang biasanya kurus dan pendek (sekali lagi, ini masih tetep ngomongin perbandingan sosis lho, jadi jangan bayangin aneh2).



Restauran tempat jual sosis putih ini ada dimana-mana, biasanya sih di Biergarten (beer garden) alias warung outdoor khas Bayern (yang dijadiin ciri khas Jerman juga). Cukup murah buat standard bule, dan sosisnya bikin kenyang.



Sekian laporan tentang sosis bule, eh, sosis putih... hehehe. Ada yang tertarik?

Monday, July 23, 2007

Entil Pupuan - Bali

Minggu kemaren dapet oleh oleh dari Pupuan. Whoaa... udah suatu peraturan tak tertulis setiap yang pergi ke Pupuan pasti baliknya bawa makanan khas dari sono. Namanya entil.

Khas banget karena emang gak ada di tempat lain manapun. Yang jual juga cuman di satu tempat, di tengah pasar pupuan deket ama terminal. Bukanya juga cuman siang hari ampe jam 5an. Kalo telat bentar aja, berarti siap siap kehabisan karena dagangnya sangat teramat laris sekali, apalagi kalo kebetulan di daerah Banjar Singaraja sedang ada upacara agama, dijamin berebut antri.

entil yang baru mendarat, sebelum di bongkar muat

Kenapa orang orang getol banget ama entil pupuan ini? Yang pasti rasanya enak, trus entil nya itu tipis banget bungkusannya. Dan ga pake daun pisang seperti entil umumnya. Tapi pake daun yang lebar gitu (sudah banyak kali dikasi tau tapi saya lupa terus namanya, hehehe)

Entil biasanya dimakan dingin, mirip mirip lontong sayur sebenarnya. Tapi ini balinese style banget. Satu porsi itu isi entil 2 bungkus, trus pake sayur urap, serundeng ( parutan kelapanya besar besar dan kering , gak manis seperti serundeng umumnya ) trus disiram pake "be jeruk" yang sedikit berkuah.

Wait! "be jeruk" bukan berarti terbuat dari buah jeruk. Hehehe... Ini sebutan makanan khas bali yang isinya daging ayam suir suir dicampur sama kelapa parut, dan berkuah warnanya kuning.


Dari segi rasa sudah dipastikan yummy, dan mantab! Seporsi yang harganya duaribu lima ratus udah bisa buat kenyang banget.
Sayangnya gak bisa sering sering makan entil pupuan ini, jauhhhh...

Jadi kalo ada yang kebetulan dari Denpasar mau ke Singaraja dan ambil jalur Pupuan, mungkin sekali kali bisa mampir dan nyicip rasanya entil ini. Kalo bingung cari tempatnya, tanya aja di deket sana, pasti semua pada tahu.
Okay....

Monday, July 02, 2007

(Mie Aceh) Warung Bang Djali - Blok M Jaksel

'mau makan di restoran padang
bukan berarti harus ke padang
cukup ada di sini, dekat kita sendiri
kita tinggal menikmati'

Masih ingat lagu yang dinyanyiin Enno Lerian kecil itu? Tapi ternyata hal itu hanya bisa berlaku di Jakarta yak? Karena di Surabaya saya ga nemuin makanan yang disebut 'Mie Aceh'. Baru setelah ke Jakarta saya bisa merasakan makanan ini.

Kira-kira sebulan setelah datang ke Jakarta ini, seorang teman sesama perantau dari Surabaya ngajakin nyoba makanan ini. "Warung Bang Djali" ini gampang banget ditemuin karena letaknya yang strategis. Naik aja busway jurusan 'Blok M - Stasiun Kota', turun di halte terakhir Blok M. Turun dari busway trus lewat pintu keluar. Tangga terakhir langsung belok kanan dan ketemulah warung ini. Tepat di sebelah kanan pintu keluar busway. Jadi kalo ga naik busway, cari aja di tiap pojok lobby keberangkatan (?) terminal Blok M pasti nemu warung ini di salah satu pojokannya.

Ada mayan banyak menu di warung ini, tapi jangan cari menu 'mie Aceh'. Ga bakalan nemu! Cari aja menu 'mie rebus/goreng'. Itu aja dah merujuk ke mie Aceh. Atau 'mie tongseng' (apa oseng ya, lupa lagi, maaf). Pertama datang dulu, ngincip mie tongseng itu ternyata rasanya ga beda ma mie rebusnya hanya kuahnya yang dikit.

Emang rasanya seperti apa? Pernah makan kari Thailand atau Pakistan atau India? Nah mirip itu. Jadi bumbu rempah-rempahnya kerasa banget. Ato daripada susah coba aja mie instan merk 'Kare'. Mirip itu juga. Tapi di 'Warung Bang Djali' ini rasa rempahnya lebih manteb beibeh! Mienya pun ga terlalu empuk jadi pas banget.
Tapi hati-hati! Tiup mienya kuat-kuat kalo tidak ingin lidah terbakar pada suapan pertama. Terutama jika memilih mie kuah! Dan, satu lagi untuk yang ga bisa makan makanan pedas, siap-siap aja pesen minuman yang banyak. Emang pedes gitu? Ya dong!!! Kari gitu loh. Kari sama dengan pedes! Harus itu. :)
Untuk topping bakal ditemuin emping, mentimun dan acar bawang merah + cabe rawit. Kalau beruntung kadang ada daging kambing keselip diantara mie. :p

Untuk satu porsi mie di sini, 9000 rupiah harus dibayar ke kasir. Hari ini untuk makan ma adik-adik tingkat semasa kuliah, saya ngeluarin Rp 31500 untuk 2 mie kuah, 1 mie goreng, 1 es teh tawar, 1 es teh manis, dan 1 teh botol sosro. Harga standar untuk makanan di Jakarta.

Teman saya juga merekomendasikan roti canai, tapi maaf, saya belum sempat mencicipinya. Ada yang minat ngincipin roti canainya? Ceritain ke saya gimana rasanya yak?!

Pesan terakhir! Kalo makan di sini bawa kipas tangan deh soalnya panas buanget meski dah ada kipas angin di dinding. Mungkin ga ya, dipasang AC di warung ini???

Thursday, June 28, 2007

Rawon Setan - Surabaya

Beberapa waktu yang lalu di Surabaya sempat heboh gara-gara muncul gembar-gembor adanya Rawon Setan. Jadi bertanya-tanya, kenapa itu rawon dinamakan Rawon Setan ? ... apa penjualnya setan ? atau berdandan ala mbak kunti dan kawan-kawannya ?. Bukann !!, ternyata julukan ini bermula dari penjual Rawon yang bukanya mulai jam 22.00 wib alias jam sepuluh malam hingga dini hari.
Namun entah mengapa sekarang Rawon Setan ini sudah kehilangan "ciri khas"nya... beberapa waktu yang lalu ngincip mencoba ini rawon jam 21.00 wib dan ternyata sudah buka. Sayang sekali, mungkin mengejar omset yak ? hehehe...

kiri rawon pisah, kanan rawon campur, maap fotonya ancur.. pake hape soalnya :p

Rawon setan ini terletak di Jalan Embong Malang, persis di seberang Hotel JW Marriott, untuk lebih mudahnya cari saja Tunjungan Plaza di jalan Basuki Rahmat (kalo bangunan ini pasti dah penduduk sby dari tukang becak sampai sopir taxi tahu), teruusss aja lurus (ambil sisi sebelah kiri). Nanti kalau ada pertigaan lurus/kiri aja (kalau kanan ke Grahadi). Nah sampai deh di jalan Embong Malang, ambil sisi kanan dan pasang mata baik-baik.

Pada dasarnya Rawon Ini rasanya normal aja, engga ada bedanya ama Rawon buatan nyokap. Saat ngincip mencoba kuahnya..sluurrpp... ehmm taste-nya krasa rawon banget, bumbunya sedep dan kluweknya pas banget di lidah tapi engga ada yang istimewa, namun yang membuat beda adalah saat ngincip melahap dagingnya, dagingnya empuk puk puk dan berukuran gedheee, entah itu daging di presto atau apa, masih segar tapi lembut seratnya.
Ngincip mencoba dengan sepupu tempo hari, merogoh kocek sebesar Rp. 46.000,- untuk dua porsi Rawon Campur, satu porsi Rawon pisah, satu es teh tawar dan satu jeruk hangat.

ngincip memberi nilai 4,5 setan dari 5 setan.... patut dicoba :).

salam setan... eh.. salam ngincip..

Thursday, June 14, 2007

Baby octopus - Incheon, South Korea

Makan masakan (hmmm bisa disebut masakan kah?) ini udah 1.5 tahun yang lalu. Tadi liat2 file lama trus nemu. Gak ada salahnya dishare sama rekan ngincip (^_^).
Terkenal kok di Korea. Bisa ditemui dibanyak restoran yang jualan seafood. Biasanya didepan restaurant ada aquarium display isinya ikan, octopus, kerang yang nantinya bakal dieksekusi dan dihidangkan di meja anda hihihi.


Baby octopus yang dipotong-potong bite size itu dihidangkan di piring putih dihiasi irisan tipis mentimun, sama kecap asin di piring kecil buat cocolan.
Yang bikin shock, lihat video ini:



Rasanya? I was too shock to enjoy it.
Waktu disendok, octopus malang itu menggeliat geliat mau melarikan diri. Waktu dipaksa masukin ke mulut, octopus malang itu masih menggeliat geliat berusaha kabur, nyangkut di gigiku. Waktu dipaksa masuk tenggorokan (alias ditelan), octopus yang gak punya harapan hidup itu serasa masih bergerak2 di kerongkonganku. Hueeeeee......cuma bisa makan 2 sendok trus nyerah.

Akhirnya jerit2 minta octopus itu di "bunuh" sekalian. Gak tega ngeliat ibu hamil tua shock, si pelayan bawa panci gede, octopusnya dimasukin sana, disiram air, dikasih daun bawang, mentimun korea, irisan cabe hijau sama kerang). Pancinya ditaroh portable gas stove, ditutup trus didihkan. Baby octopus yang malang......


Tapi ternyata, uenak kok kalo dibikin soup hihihihihi. Seger, dan kuah seafood bikin soupnya tasty. Irisan cabe hijau bikin ada tendangan rasa pedas sedikit. Recommended deh!

Thursday, June 07, 2007

Tahu Kraton - Surabaya

Sudah lama banget mau posting makanan ini tapi gak sempat-sempat, bukan lantaran engga ada waktu tapi sudah dua kali lebih makan disana tapi ada saja masalah yang berkaitan dengan jurnalistiknya :p, bateray abis engga bisa motret lah.. lupa harganya lah.. jadinya info yang mau di tulis gak lengkap.

Nah kemarin ini untuk yang kesekian kalinya (lagi) makan Tahu Kraton atau yang lebih familiar dengan sebutan Tahu Campur. Responden kali ini membawa Emmy sensei yg kebetulan lagi datang berkunjung ke Kota Pahlawan, manusia asing yang ternyata lebih mengenal Surabaya dari pada penduduk aslinya :)).... akhirnya jadi juga ya makan disini setelah gagal tempo hari hahaha...

Tahu Kraton terletak di jalan Ngemplak Gang I (ada plang penunjuk jalannya di depan dengn tulisan "TAHU KRATON"), bagi yang bawa roda empat, bisa diparkir di mulut gang kemudian jalan sekitar dua puluh meter kedalam. Tempatnya berupa Depot, sederhana namun bersih. Jalan yang paling gampang ditempuh adalah melalui jalan Ambengan (melewati persimpangan rel kereta api), kemudian luruuuusss aja (ambil sisi kanan). Kalau udah mentok nanti belok kanan (ke arah undaan/pasar atom), (setelah belok kanan) kalau ketemu u-turn yg pertama langsung belok putar balik kemudian ambil sisi kiri... cari deh itu Jl Ngemplak 1 (gang kecil letaknya agak pojok sebelum tikungan terakhir).

tahu kraton alias tahu campur

Tahu Kraton atau Campur ini memang unik, ada potongan telur rebus, selada, kentang, kecambah, mie kuning, ketela yg udah diolah, daging koyor, tomat, krupuk udang, emping dan tentu saja petis dan kuahnya yang ga tau terbuat dari apa tapi yang pasti bumbunya sedep apalagi kalo dimaem pas panas-panas.... ehhmmm.. enyakk

untuk sepiring tahu kraton dan segelas es teh bisa ditebas dengan harga Rp. 11.000,-

ngincip memberi 4 1/2 kraton dari 5 kraton... gud dan pantas dicoba ;)

Saturday, May 26, 2007

Tipat Cantok - Bali

Kali ini saya nostalgia ama masa masa kuliah dulu di daerah Nusa Dua. Bolos dari kantor buat mampir jauh jauh ke warung yang ada di Jalan Kurusetra. Kalo banyak yang ga tau nama jalannya, tanya aja kalo udah nyampe di daerah Nusa Dua. hehehe. Warungnya kecil, ga ada yang istimewa dari luar. Dan juga gak ada namanya.

Ini salah satu makanan yang simple banget yang jadi favorit anak kuliahan yang harus bisa ngatur budget makan seperti saya dulu.Kenapa namanya tipat cantok? Itu karena makanan ini bahan utamanya adalah tipat (bahasa balinya ketupat) yang dicantok. Nah..dicantok itu piye? Hmmm...diulek terus diaduk aduk di cobek gitu deh pokona. Mungkin banyak juga yang tahu dan mungkin aja ada di daerah daerah lain, tapi sampai sekarang buat saya warung ini masi punya tipat cantok yang terenak. Racikan bumbunya itu pas banget

Bumbunya ga susah. Cuman kacang tanah goreng, bawang putih ama kencur, cabe, gula merah ( kalo orang bali nyebutnya gula bali ) garam, bawang goreng, ama jeruk limo. Sekilas bisa dibilang mirip bumbu pecel, cuman yang ini masih lebih enak daripada yang dijual disupermarket itu.
Tupat nya enak kalo pake tupat yang dibuat dari janur, bukan lontong yang dibungkus daun pisang itu. Trus tambah potongan tahu goreng, ama kecambah. Aduk aduk di cobek....
Kelar.....


Warung ini selalu rame kalo siang. Kadang harus rela antri panjang. Bukan cuman anak kuliahan aja yang sering belanja disini, tapi staf staf hotel juga sering banget keliatan keluyuran disekitar. Mungkin mereka udah pada bosen ama menu kantin di hotelnya. Hehehe...

Trus harganya itu hemat buat kantong. Kalo jaman saya kuliah harganya 2000, tapi sekarang udah naik jadi 3000. Hehe...

Oyah, selain tipat cantok, andalan warung ini adalah rujak kuah pindang. Huaaa....ngiler!

Thursday, April 19, 2007

Dewata's food guide - Bali

Di Bali mau makan apa yang halal, enak dan unik…?

Pulau Bali sudah sangat terkenal didunia. Dikenal oleh rakyat Indonesia sebagai Pulau Dewata dan oleh negara2 lain didunia sebagai Island of the Gods......

Dinamakan Pulau Dewata, karena terdapatnya banyak sekali pura tempat penduduk Bali yang beragama Hindu melaksanakan sembahyang setiap hari. Pulau yang terletak diantara Pulau Jawa dan Pulau Lombok ini luasnya 5561 km2 dgn penduduk kira2 3 setengah juta orang termasuk “pendatang” dari Jawa, Lombok, Madura, Bugis, Flores dll

Mudah dicapai dengan pesawat terbang dengan penerbangan langsung ke Bandara Ngurah Rai di Tuban, Kuta dan dengan kendaraan pribadi lewat penyeberangan ferry dari Ketapang di ujung Timur pulau Jawa ke Gilimanuk dan dari Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dan berlabuh di Padangbai, daerah Karangasem.

Bali adalah salah satu tujuan wisata dunia yang dikunjungi oleh para tourist dengan berbagai alasan...Untuk tourist negara2 Barat...Bali dikunjungi untuk dinikmati keindahan pantainya, alamnya, penduduknya dan kebudayaanya. Untuk orang2 Indonesia, Bali dikunjungai untuk berbagai alasan juga...untuk dilihat dari dekat pulau yang sudah begitu banyak mereka dengar, untuk berekreasi, berbelanja dan yang tidak kalah seru adalah untuk “hunting” makanan yang cocok untuk bisa dinikmati dan dicoba selama berliburan di Pulau Dewata.

Saya masih ingat bahwa pada tahun 1965 hanya ada satu restoran Padang saja di Bali, yaitu di tengah kota Denpasar. Sate kambing belum ada, dan yang ada waktu itu adalah sate sapi….dan makanan2 yang dihidangkan dihotel-hotel.

Sekarang untuk halal food lovers, termasuk untuk non-muslims yang tidak suka makan pork sudah banyak tersedia food specialties yang bisa didapat hampir diseluruh pelosok Bali…

Nasi Padang terdapat dimana-mana dan juga makanan2 unggulan lainnya seperti nasi ayam, sate dan gule kambing, mie jawa, ikan bakar, ikan penyet, tempe penyet, sego liwet dll

Sekarang telah banyak makanan2 domestik dan internasional tersedia untuk wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnu) yang ditawarkan oleh ratusan restoran2 exclusive yang terdapat di Kuta, Legian, Seminyak, Nusa Dua dan bahkan di daerah Ubud, Candidasa dan Karangasem.

Tetapi untuk mereka yang lebih suka untuk mencari makanan “tradisionil” yang unik dan enak sekarang bisa mendapatkannya dengan mudah.

Primadona makanan di Bali yang disukai orang banyak adalah Ikan Bakar yang adanya dipantai Jimbaran…..

Keberadaan grilled fish Jimbaran Bay ini rupa2nya sekarang sudah dikenal oleh khalayak di seluruh dunia, terutama di negara2 yang selama ini banyak tourists nya yang pergi ke Bali, seperti Jepang, Taiwan, Korea, Malaysia dan juga dari “negara2 Barat” seperti Jerman, Belanda, Perancis, Itali, Scandinavia dan juga dari “down under” yaitu Australia.

Sepertinya semua pengunjung ke Bali, termasuk “wisnus” pasti akan menyisihkan waktunya untuk dapat menikmati acara khusus makan ikan bakar di Pantai Jimbaran yang indah itu.

IKAN BAKAR JIMBARAN BAY

Everybody’s favorite ini terletak di Bali Selatan dan tidak jauh dari Airport Ngurah Rai…

Setiap sore menjelang matahari terbenam pantai Jimbaran yang indah ini mulai didatangi oleh mobil2 pariwisata dan mobil2 pribadi para peminat ikan bakar ini…

Ada 3 area disini, mudah dijangkau dan hanya kira2 15 menit dari daerah Nusa Dua/Kuta/Legian dan 30 menit dari Denpasar/Sanur…

Jimbaran Bay/Muaya Beach Area 1

Sederetan Seafood Cafes terdapat dipantai Muaya menuju ke Hotel Four Seasons di jalan Bukit Permai, dibagian paling Selatan dari Pantai Jimbaran..

Jalan masuk ke pantai adalah dari jalan Raya Uluwatu dekat Bali Intercontinental Hotel.

Restoran yang di “favoritkan” didaerah ini sih Menega dan Nyoman, tapi sebenarnya semua restoran disini sama saja menunya. Harga rata2 sekarang sih diatas Rp 50.000 – per orang untuk satu set menu. Biasanya terdiri dari ikan, udang, cumi2, nasi, sayuran/plecing kangkung dan 3 macam sambal. … dan tentunya more expensive kalau ditambah dengan grilled lobster dan kepiting…. Anda juga bisa memesan anggur merah, anggur putih dan bir…

Kita bisa memilih ikan jenis apa yang kita inginkan dipintu masuk, lalu ditimbang dan dibakar….Ada Garuppa (kerapu) , Kakap Merah, Tuna, Barracuda, Udang besar, Kerang, Kepiting, Lobster….

Kita duduk dikursi-meja dipantai, beralaskan pasir putih pantai Jimbaran. Sambil menngobrol dihibur oleh angin sepoi2 dan debur ombak laut biru…..yang lebih merdu daripada nyanyiannya Beyonce….hehehe

Ikan2 itu diolesi atau di marinate dengan bumbu khas Jimbaran Bay sebelum di grilled diatas bara api dari batok kelapa. Menjadi lebih sedep disebabkan oleh aroma “asap” batok dan tepes buah kelapa itu, plus tentunya sambal2 istimewa termasuk sambal khas “sambel matah” dari Bali yang terdiri dari irisan bawang merah, irisan daun sereh, irisan cabe merah dan rawit, sedikit terasi dan diaduk pake minyak kelapa…

Keunikan dari cara membuat sambal matah ini adalah bahwa semuanya itu harus dikerjakan dengan tangan termasuk meremas campuran bahan2 tadi dengan jari jari kita sendiri. Kalau memakai blender atau pake cowet dan mutu.....kurang afdol jadinya...

Biasa dihidangkan diatas “INGKE” atau piring yang terbuat dari anyaman bamboo, dan dialasi daun pisang atau kertas minyak.

Jimbaran Bay/Jimbaran Area 2

Semua hingar bingar ikan bakar Jimbaran ini sebenarnya dimulai dari daerah yang satu ini, yaitu lebih Utara dari area 1 diatas. Jalan masuk biasanya dari Jalan Pemelisan Agung dekat Pasar tradisionil Jimbaran, mentok kepantai untuk parkir kendaraan, dan disebelah kirinya terdapat sederetan resto/Cafe dengan menu yang nyaris sama. Terserah kepada kita mau pilih yang mana .

Jaman dulu pada waktu pertama kali kesini kami sekeluarga “terdampar” di resto yang namanya Bayang, Sampai sekarang maunya kesitu saja…Kami sekeluarga suka grilled ikan barracuda disamping seafood yang lain….kalau mau pergi ketempat lain yang dekat2 situ rasanya “menghianati” Bayang…lucu ya.

Jimbaran Bay/Kedonganan Area 3

Pantai Jimbaran/Kedonganan yang ini letaknya di area paling Utara dari Pantai Jimbaran ini, yaitu yang letaknya lebih dekat kearah Airport…juga terdapat puluhan resto yang semacam, dan juga menjual menu yang sama seperti di kedua tempat lainnya.

Banyak juga tempat yang “diunggulkan” disana…semua terserah kepada kita mau makan dimana ….harga bisa sedikit dibawah Rp 50.000.-per set menu..

Area ini juga dekat dengan pasar ikan Kedonganan yang menjual ikan2 fresh dari para nelayan yang pulang dari laut. Kalau mau “Ikan bakar Jimbaran Bay “ versi murah” Anda bisa beli ikan fresh disini lalu kemudian dibakar di tempat khusus pelayanan bakar ikan diarea pasar itu dengan cara dan rasa meniru resto2 ikan bakar yang lebih “pro” dengan imbalan sekian ribu per kilo…Pembakaran juga dilakukan diatas bara batok/tepas kelapa dan lengkap akan diberikan bumbu dan sambal nya.

Makannya dimana?.....Dibawa pulang saja kali ya…

Itulah yang membedakan harga “murah” dibanding harga “mahal” yang ditawarkan oleh café atau resto pantai Jimbaran…mereka menyediakan meja, kursi, pelayanan dan Teluk Jimbaran yang indah sebagai latar belakang….Untuk menikmatinya dikamar hotel kayaknya “kurang” asyik deh...

Saat paling baik untuk pergi makan disana (pantai Jimbaran/Kedonganan) adalah pada saat “late afternoon” sebelum matahari terbenam, dimana hari masih cukup terang untuk bisa melihat laut biru yang indah, sambil menunggu moment-moment yang menjadi “highlight” dari dinner di Jimbaran Bay ini, yaitu saat mengikuti sang matahari yang berangsur-angsur turun dan terbenam…..sunset yang betul2 indah di horizon diufuk barat…dan langitpun berubah menjadi kemerah-merahan sampai akhirnya……malam tiba. Semua resto ikan bakar melengkapi semua meja dengan pelita atau lilin...sangat indah suasananya, kesan yang tak ada duanya, makan dipantai dengan keluarga atau teman tercinta yang dipenuhi dengan ratusan atau bahkan ribuan lampu lilin.......romantis sekali deh...

Jangan lupa membawa camera digital dan camera phone untuk mengambil photo pada saat2 langka tersebut…..

Makanannya tidak mahal2 banget sih berarti tak boleh dilewatkan oleh para visitors kita…meskipun agak lebih tinggi dibandingkan harga2 makanan tradisionil lainnya ….yang satu ini memberikan bonus berupa pemandangan yang sungguh tak ternilai harganya…..yang tak akan anda dapatkan di Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya dan Medan sekalipun…

Juga tak ada di KL, Bangkok, Tokyo, Beijing, apalagi di London, Paris, Milan, Boston, Vienna, Moscow…hehehe, jelas dong disana kan tidak ada pantai…

Ada tempat baru untuk juga bisa menikmati Ikan Bakar dan sekalian Mancing kalau mau…Tempatnya adalah di area Pelabuhan Benoa….diujung Selatan dari Jalan Diponegoro dari arah Denpasar terus menerobos jalan Bypass Ngurah Rai untuk masuk kedaerah Pelabuhan. Begitu masuk di Pintu Gerbang (toll gate) pelabuhan Benoa, selang beberapa meter beloklah kekiri dan sampailah di area restoran tsb

Keistimewaan resto ini adalah “saung” restonya terletak diatas air….seperti saung2 resto ikan pepes di Jabar yang terletak diatas empang…

Disini saung tsb terletak diatas “empang” air asin/payau, di lagoon air laut. Pemandangan tentu indah, dan lagoon ini cukup luas….Bisa juga menyewa satu saung private untuk ngelamun berjam-jam….Nama dari restoran ini adalah AKAME Restaurant.

AKAME Restaurant - Pelabuhan Benoa..

Ada set menu dgn makanan yang terdiri dari nasi putih, satu dish pilihan seperti ikan asem manis atau kerang, masakan sayur dan tentunya sambal…Satu teh botol atau soft drink dan aneka potongan buah2an segar udah termasuk dalam harga paket tsb (pada saat ini harga set menu tsb Rp 15.000 – apr07)

Tentu tersedia juga a la carte menu…ikan bakar, goreng, kerang bakar, dll

Kalau Anda ingin menyewa satu “Private Saung” diatas air, ada rental charge sebesar Rp 100.000.- dgn catatan Anda bisa santai selama Anda mau, bersama keluarga atau teman untuk MANCING disamping menikmati makanan disitu. Lagoon cukup luas, jadi asyik juga. Katanya kalau mancing disini di “guaranteed” akan dapat, dan ikannya besar2: i.e. kakap, gerapu dll

(tapi take note: semua ikan yang kita tangkap nanti akan ditimbang dan dikenakan biaya, dan ikan2 yang sudah terpancing ini tidak “returnable” alias tak boleh dikembalikan dan dicemplungkan kembali ke lagoon itu….mungkin untuk menjaga perasaan mereka agar tidak minder kembali kekomunitasnya dgn bibir sumbing….)

Kalau makan di area “main restaurant” yang juga terletak dipinggir lagoon, dgn sebagian terletak diatas air lagoon… tak harus bayar extra charge.

Pelabuhan Benoa adalah salah satu pelabuhan di Bali yang bisa dilabuhi oleh kapal2 ukuran tak terlalu besar. Benoa juga adalah pelabuhan tempat bersandar YACHT milik para pendatang maupun milik pribumi. Dari sini pula Anda akan dapat mengambil tour2 khusus menikmati pelayaran2 berupa Sunset Cruise, Dinner Cruise dan Pulau Lembongan Cruise....

MAKANAN KHAS BALI

Selain Ikan Bakar Jimbaran Bay, Bali juga punya makanan2 halal yang sangat diminati oleh kita2 yang tinggal di Bali, seperti “Nasi Campur” dan “Nasi Ayam Bali” yang terdapat di Denpasar dan sekitarnya, termasuk Ubud dan Kedewatan.

WARUNG WARDANI-di jalan Yudistira Denpasar
Nasi campur Wardani telah terkenal sejak lama, dan menjadi tempat favorit para pejabat dari ibukota yang berkunjung ke Bali. Menu Nasi Campur ini biasanya terdiri dari nasi putih dan lauk pauknya seperti semur ati sapi, sate, ayam, sambal, sayur khas masakan Bali yang lezat. Lokasi dijalan satu arah Jalan Yudistira dikota Denpasar.

Selain set menu ada pula jajanan yang bisa dibeli atau dinikmati ditempat, seperti es campur, es soda gembira, kopi, teh, kue2 kering dll..

Nama Wardani sebenarnya adalah nama dari salah satu anak perempuan dari Ibu pemilik restoran ini. Restoran Wardani dikenal karena sudah lama ber operasi sehingga menjadi tempat favorit dari pengunjung luar Bali. Dan tentu karena enaknya makanan yang disediakan disini. Sampai sekarang masih dikunjungi masyarakat sekitar Denpasar.

Sanur terletak kira2 10 km disebalah Timur dari Kota Denpasar, dan telah lama dikenal sebagai “Bali” nya Bali pada jaman dahulu.

Pantainya yang Indah telah dipilih untuk menjadi tempat lokasi dari hotel international yang pertama di Bali yang pada waktu itu bernama Hotel Bali Beach Intercontinental . Sekarang hotel ini telah diambil alih oleh Negara dan bernama Inna Grand Bali Beach, satu2nya hotel bertingkat 10 di seluruh Bali.

Selain hotel ini sekarang di Sanur terdapa hotel2 International lainnya seperti Hyatt, Mercure , Hotel Sanur Beach dll.

Di Sanur inilah terdapat juga warung2 makan khas Pulau Dewata.

NASI AYAM PANTAI-Pantai Sanur

Terletak diujung jalan Segara Ayu, menuju Segara Village di Sanur.

Yang ini seru. Kalau pagi rameee sekali…Apalagi kalau hari Minggu, pengunjung juga diramaikan dengan tambahnya pengunjung dan pelanggan yang baru selesai jogging dipantai dan menikmati “sunrise” yang tak kalah indah dari “sunset” di Kuta/Jimbaran.

Siap2 untuk sabar antri sejenak sambil menunggu si ibu yang seorang diri melayani sekian banyak pengunjung. Diatas jam 9 pagi biasanya makanan nasi ayam Bali ini sudah habis, dan warung tsb diambil alih oleh warung sate…So come early, kalau perlu enggak usah mandi dulu…sebab kalau terlambat bisa kehabisan. Pengunjung yang selesai jogging juga belum pada mandi kok....santai saja.

Bisa saja kita mengirim seorang utusan untuk beli nasi ayam disana untuk dibungkus dan dibawa kehotel anda…tapi kasian loch dia, ….dia bisa stress disana karena harus sabar menunggu karena yang diutamakan dilayani tentunya adalah yang datang dan makan disitu…ayam kampung digoreng, dibetutu dll dengan bumbu rempah2 resep rahasia dengan sambal yang mantap dll. Sudahlah kalau makan disini mertua lewat kagak kelihatan… MUST TRY deh….

(confidential nih ya, ada orang kayaaaa dari Jakarta, tinggalnya di Ritz Carlton Bali yang letaknya di Jimbaran Bay 30 menit dari tempat ini., setiap pagi dia kirim orang ke pantai Sanur ini untuk beli nasi pantai Segara ini selama dia tinggal di the Ritz…dan itu dilakukannya setiap dia datang ke Bali…..sekarang teryakinkankah bahwa kalau anda ke bali harus bangun pagi dan pergi ketempat itu?? Nasi ayam pantai dgn sambel exotic dari Pantai Sanur, Bali….…mmmmmmm. Sekali coba, ingin coba terus.

NASI AYAM KHRISNA-Sanur

Ada lagi Nasi Ayam Bali di Sanur, yang tak seheboh nasi pantai, namanya Warung Khrisna, terletak di jalan Kutat Lestari no 4, juga bisa di-akses dari Jalan Tirtanadi. Masuk dari Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur. sebelum dan sesudah Restoran Koki….

Kalau resto ini bukanya “all day”, tetapi meskipun demikian sebaiknya jangan kesana lebih dari jam 15:00 karena bisa2 sudah abis juga..

Menunya memang hanya satu macam: yaitu set menu terdiri dari nasi putih dan ayam digoreng disuwir suwir, pake bumbu rempah Bali (biasanya terdiri dari laos, kunyit, ketumbar, merica, kemiri, terasi, irisan kelapa bakar, garam….) lalu ada sayur khas cara bali….dan tentunya sambal Bali yang enak itu. Minumnya es jeruk yang cocok ya, disamping tentunya ada Aqua, softdrink, teh dan kopi. Juga ada kerupuk, goreng emping…dan harganaya masih bisa sekitar Rp 15.000.- untuk satu set menu ini.

Beberapa warung makan di Sanur ini memang sudah lama buka sejak Sanur belum diserbu tourist… Salah satunya adalah restoran ini yang mengkhususkan diri untuk hanya menjual Ikan Goreng . Pada jam2 makan siang kadang2 kita harus bersabar untuk mendapatkan tempat duduk…..Sejak dulu warung ikan goreng ini tidak pernah “dipermoderniser dan diperluas” tetap seperti dulu dan tetap disukai oleh para pelanggannya. Akhirnya Warung Ikan Bakar Mak Beng ini juga di ”ketahui” oleh beberapa tourist mancanegara, misalnya Belanda yang mau datang untuk mencoba….(Juga bapak Mak Nyoss yang baru baru ini dan memasukannhya ke acara TV)

IKAN GORENG – Mak Beng, Sanur

Restoran ini juga menawarkan single menu:

Tinggal cari tempat untuk duduk, dan secara otomatis nanti Anda akan diberikan satu set menu makanan ikan laut goreng yang terdiri dari Nasi Putih, Ikan Goreng (segarrr), Sup Ikan yang “mak nyosss” (kata bapak Bondan) adalah pelengkap ikan goreng khas Mak Beng..., pedes2 enak dan tak ketinggalan sambelnya yang sedap….juga disediakan kecap manis untuk mereka yang doyan kecap. Dan tentu saja irisan jeruk nipis sebagai penyegar..

Kalau beruntung dan masih tersedia Anda juga bisa minta tambahan sepotong Telor Ikan goreng yang top juga.

Sudah buka sejak lama, mungkin lebih dari 40 th deh dan masih selalu ramai dikunjungi oleh orang banyak, yang juga datang dari kota2 tetangga seperti Denpasar, Kuta, Gianyar…. Harga terjangkau..

Lokasinya dipantai Sanur adalah dekat Museum Le Majeur, diujung jalan Hang Tuah/Jalan Pantai (satu jalan dgn jalan yang menuju ke Hotel Inna Grand Bali Beach).

Kembali tentang nasi ayam Bali. Tempat makan khas Bali ini sekarang terdapat juga dikota-kota lain dan telah merebut perhatian para penggemar dari dalam dan luar Bali termasuk dari luar negeri..

Nun di desa Kedewatan, tak jauh dari Ubud ada sebuah restoran nasi ayam juga, yang akhirnya dikenal sebagi Nasi Ayam Kedewatan…

Dari Denpasar ke Ubud dan Kedewatan kalau naik mobil adalah kira2 45 menit sampai 60 menit. Dulu2nya memang Ubud yang hanya berjarak 23 km bisa dicapai dalam waktu 30 menit saja… Sekarang lalu lintas sudah cukup ramai.

Tetapi menyelusuri jalan ke Ubud, kalau lewat kota Batubulan lalu Singapadu (jalur lama) akan lebih asyik, meskipun jalan rayanya agak sempit, karena akan melalui persawahan, yang tentunya indah untuk dipandang,,,

Untuk menuju Ubud dari Kuta dan Denpasar bisa juga lewat jalan bypass yang baru yaitu Jalan Prof dr IB Mantra (jalan bypass Tohpati-Kusamba), lalu di Ketewel belok kiri lewat pusat belanja Pasar Seni GUWANG dan setelah itu Pasar Seni Sukawati yang ngetop itu.

Kalau mau berbelanja dulu juga tentu bisa, karena Nasi Ayam Kedewatan buka sampai sore hari...

Kata orang kan kalau mau belanja sebaiknya makan dulu, jangan dengan perut kosong...sebab nanti belanjanya bisa “kalap”....Betul tidak ya?

NASI AYAM KEDEWATAN-Kedewatan-Ubud

Di dekat Ubud adalah nasi ayam yang ngetop khas Bali ini yaitu di desa Kedewatan disebelah barat kota Ubud. Resto ini terletak dijalur jalan menuju ke Sayan dan Kintamani, tepatnya diseberang Pura Kedewatan….pasti ketemu, karena disekitar itu pasti ada kendaraan2 yang pada parkir karena pengendaranya sedang makan……

Restoran khas Bali ini juga menawarkan set menu yang terdiri dari Nasi Putih dgn ayam yang dimasak bermacam2 cara: digoreng, dibetutu dll..

Nasi ayam ini juga dihidangkan dengan sayur khas Bali (bumbunya) dan sambel Bali yang mak nyooss juga. Ada pare, ada kacang panjang, kacang tanah goreng dll.

Juga dijual beberapa snack makanan kering seperti kerupuk, kue, gereh kacang tanah…

Cukup menarik bahwa beberapa makanan khas Bali sering disajikan bersama kacang tanah goreng dan garam halus…pas banget dimakan dgn sambal Bali yang ada unsur daun sereh dan juga “bongkot” atau “honje” atau “kecombrang” . Pemilik Warung ini adalah Ibu Mangku, yang telah mempertahankan rasa dan kwalitas masakan khasnya yang terkenal itu sampai kini.

AYAM BETUTU – Gilimanuk

Kalau Anda masuk ke Bali dengan kendaraan sendiri? Dan menyebrang pake Ferry dari Ketapang dan sampai di Gilimanuk…sebaiknya sebelum meneruskan perjalanan ke Denpasar atau Kuta, mampirlah dahulu di “nenek moyang” nya ayam betutu, yaitu di Gilimanuk:

Namanya “Betutu Men Tempeh”, letaknya dibelakang terminal bis…di tanah yang lebih tinggi…Ibu Tempehnya sudah meninggal dan diteruskan oleh anaknya…

Disana anda bisa benar2 makan siang ala Indonesia….keringetan, termasuk didaerah ubun-ubun….karena pedasnya ayam betutu ini… Tapi ayam betutu ini adalah betutu yang benar2 “to die for”. Enggak harus sampai mati sih, tapi cuman ‘seuhah” saja kepedesan dan sekali2 mengumpat dan mengomel “aduh gila pedesnya” tapi tidak bisa berhenti makan…kapan lagi…menikmati masakan ala kebiasaan orang Indonesia yaitu keringetan…..(tapi kalau kerja katanya tidak keringetan...betul ya?)

Kalau untuk yang doyan pedas sih not a big problem lah….

Untuk yang tidak bisa kesana ada banyak terdapat beberapa restoran Ayam Betutu dikota Denpasar dengan label “Ayam Betutu Gilimanuk” karena memang mereka dari Gilimanuk juga, tetapi bukan “men tempeh” si legenda itu loch…

SOTO AYAM SUROBOYO

Sebuah restoran Soto Surabaya ada di Jalan Raya Tuban. Buka sampai lewat tengah malam….Tuban (Bali) ini termasuk bagian Kuta juga, dijalan yang menuju ke Bandara Ngurah Rai. Disatu jalan dengan JOGER toko souvenir “pabrik kata2” yang sudah menjadi “must visit” bagi para wisnus untuk memberli oleh2 dari Bali.

Soto Ayam Suroboyo Menyajikan Nasi Soto Ayam ala Surabaya yang cukup enak…

Nasi dihidangkan diatas piring beling….bukan dibungkus dengan daun jati seperti soto Gubeng di Surabaya jaman dulu.….cukup disukai oleh masyarakat setempat,

Dalam satu restoran ini terdapat juga “betutu corner” menyediakan Bebek dan Ayam Betutu Gilimanuk. Menu betutu dilengkapi dengan plecing kangkung...Cukup enak.

Adalah salah satu tempat yang menarik di daerah Klungkung, yaitu Goa Lawah. Goa yang cukup besar yang dihuni dan dipenuhi oleh “lawah” alias kelelawar yang bertengger atau tergantung didinding atas dan samping dari goa tersebut. Tempat yang dikeramatkan ini adalah tempat bersemayam Sanghyang Basuki, ular keramat. Disebelah kanannya ada sebuah pura kecil dan beberapa “meru” dari kayu. Penduduk biasanya melaksanakan persembahan sesajen dua minggu sekali, dan sebagai gantinya akan mendapat air suci untuk keperluan sembahyang.

Terletak dipinggir pantai dijalan raya antara Klungkung dan Karangasem.

PEPES n SUP IKAN – BE PASIH di Pesinggahan-Karangasem

Ada satu tempat makan yang istimewa terletak beberapa ratus meter sebelum Goa Lawah ini yaitu di desa yang bernama Pesinggahan, dekat desa Pikat yang letaknya kira2 100 meter dari jalan raya. Untuk jalan masuk dari jalan raya, lihat saja penunjuk jalan ke “PIKAT” disimpang tiga sebelum mencapai Goa Lawah .

Didekat Goa Lawah juga terdapat banyak restoran serupa….tapi tak sama.

Kalau Anda berkendaraan dari arah Barat, lalu ternyata sudah sampai di Goa Lawah, berarti sudah terlewat sedikit…Anda harus balik lagi ke pertigaan tsb yang beberapa ratus meter saja dari Goa Lawah tsb.

Pergilah ke tempat yang aslinya….apalagi kalau sudah berkendaraan selama hampir 45 menit dari Denpasar/Kuta….rugi kalau kesasar dan makan ditempat serupa tetapi tak sama.

Open lunch time...jangan terlalu sore, nanti kehabisan.

Lagi lagi resto ini menonjolkan masakan “lumayan pedas” seperti resto lainnya, ikan pepes dibungkus daun pisang dan dipanggang diatas bara dan sup ikan bumbu khas yang istimewa, plecing kangkung yang “lumayan pedas” dan sate lilit ikan pake nasi dan kacang goreng..

Yang kesana pada waktu makan siang cukup banyak dan datang dari jauh…seperti dari Denpasar….dan kota2 lainnya…enak sih. Tissue penghapus muka disediakan disitu.

…dan kalau Anda membawa anak2 jangan lupa belikan sebelumnya KFC saja dan berikan kepada mereka selagi anda menikmati makanan istimewa yang pedas ini. Banyak Wr Makan menawarkan makanan serupa, tetapi yang ini adalah warung sup ikan yang sudah menempatkan diri menjadi tujuan utama makan . …

BEBEK BENGIL-UBUD

Kalau ke Bali, Anda akan “rugi” kalau tak menyempatkan diri untuk mampir di restoran Bebek Bengil di Jalan Hanoman, Ubud….untuk bisa melahap “Crispy Duck” yaitu bebek goreng istimewa yang renyah….dihidangkan dgn lauk pauk yang pas cocok…sekali lagi tentunya dengan sambal andalan Bali….…pedas pedas empuk.
Untuk set menu dengan “main course” nya “crispy duck” sekitar seratusribuan ……..
Kalau Crispy Duck saja sekitar 60 ribuan....
Tetapi kalau Anda enggan kesana karena alasan mahal sih kurang kena. Mengapa?

Anda bisa minder loch nanti kalau ngobrol sama teman2 dikantor atau tetangga atau teman2 arisan yang pada cerita bahwa waktu mereka berlibur di Bali, mereka pada makan crispy duck di Bebek Bengil….itu loch restoran di Ubud dimana Mick Jagger menikah sama Bianca sekian tahun yang lalu….…mangkanya mendingan kesana saja….daripada ditanya “kemana aje kamu selama ini???”.

BEBEK GORENG ala Surabaya di Denpasar

Ada di jalan Merdeka, dekat Jalan Moch Yamin Tanjung Bungkak.

Lain dengan “crispy duck” Bebek Bengil, bebek yang ini digoreng al Surabaya. Bebek yang biasanya “alot” alias keras, ternyata bisa dibuat menjadi beberk goreng yang cukup lunak dan enak. Disajikan secara sederhana saja, yaitu diatas piring, bersama aneka lalapan sederhana dan sambal. Satu set nasi dan bebek goreng disini harganya kira2 Rp 17.500.- Ada pilihan untuk pesan yang ukuran “jumbo”...berarti bebeknya lebih besar...

Buka untuk Lunch dan Dinner....

Kalau ingin makan malam disana, usahakan jangan datang terlalu malam.... saya pernah kesana berempat jam 20:00 ...ternyata bebeknya hanya tinggal dua potong... jadi terpaksa share dan kitapun minta digorengkan apapun yang masih tersisa disana sebagai penambah: kepala, ati, jantung, kulit....dan akhirnya dinner kami sukses juga.

RM Padang Kuta-Denpasar-Nusa Dua-Sanur

Padang Restaurants terdapat dibanyak tempat:

  1. ACC Minang, diujung selatan, Jalan Raya Tuban menuju airport
  2. Bukittinggi – Jalan Raya Tuban, deretan diseberang ACC, beberapa bumbu dan “ikan bilis” diimport langsung dari Padang.
  3. Bunda Kanduang – Jalan By Pass Ngurah Rai, dekat patung Ngurah Rai-Airport – Katanya sih specialitynya adalah Ayam Pop.
  4. Sederhana – Jalan Ngurah Rai, Kuta, dekat Simpang Siur, seberang Bali Mall Galeria, Kuta. Dan satu lagi di Jalan Teuku Umar, Denpasar.
  5. Ada satu didekat Tragia, di jalan bypass Ngurah Rai dekat gerbang Nusa Dua. Kalau keluar dari daerah BTDC disebelah kiri jalan.
  6. Ada juga di Jalan Legian-Seminyak
  7. Jalan Diponegoro, Denpasar, dekat Yamaha Music
  8. Natrabu dan La Pau di Sanur, di Jalan by Pass

Yang unik tentang restoran Padang yang bernama LA PAU ini adalah resto ini telah menjadi tempat musisi dan penggemar JAZZ berkumpul dan bermain bersama setiap Sabtu malam (diatas jam 22.00) dan juga sebagai arena latihan pemain jazz tua muda pada hari Minggu pagi. Anybody can come, no fee. Kalau Anda bisa memainkan music instrument seperti keyboard atau saxophone atau gitar, you are welcome to join untuk ber jam-session.

Rumah Makan Padang terdapat hampir disemua kota besar di Bali, jadi tidak masalah untuk mencari makanan halal di kota2 diluar Denpasar.

NANG LECIR di Denpasar

Nang Lecir sebenarnya adalah julukan bagi Bpk Nyoman Oka, yang dikenal oleh masyarakat pariwisata Bali sebagai “pionir” dari pemandu wisata Bali atau yang sekarang lebih dikenal sebagai “tourist guide”. Pemilik restoran ini telah mangabadikan nama ayahnya sebagai nama restoran khas Singaraja ini, karena keluarga ini memang berasal dari Singaraja.

Yang ingin mencicipi makanan khas dari Singaraja datanglah ke restoran Nang Lecir ini yang terletak di jalan Ki Hajar Dewantara diseberang TVRI Denpasar di daerah Renon. Jalan Ki Hajar Dewantara adalah nama dari bagian paling ujung jalan yang dimulai dengan jalan Letda Tantular, lalu nyambung dengan Jalan Letda Tantular. Nyambung lagi dengan Jalan Cok Agung Tresna...lalu baru pada bagian terakhir bernama Jalan Ki Hajar Dewantara.

Makanan khas dari daerah Singaraja ini terdiri dari nasi campur dengan “sudang lepet”…bukan ketupat tetapi ikan goreng tipis…crispy…khas dari Singaraja dan beberapa Balinese vegetable specialties, sambal dll. No pork. Juga tersedia kue2 traditionil.

MAKANAN SUNDA

Makanan khas Jawa Barat sudah mulai digemari orang di Bali. Juga menjadi pilihan untuk Lunch or Dinner dari pengunjung2 muslim dari Malaysia.

Kita kembali sekarang kedaerah Kuta-Tuban...dimana masih ada restoran2 tradisionil yang bisa kita nikmati disana.

PAWON PASUNDAN Jalan Kediri, Tuban

Menu unggulan tentunya adalah Nasi Timbel, gurame goreng, karedok, leunca
Juga tersedia macam2 makanan Sunda lainya seperti sayur asem, lodeh, pete, ..
Soto Bandung dan banyak lagi. Primadona di Pawon Pasundan disini adalah “gurame goreng kipas…..”
Tentu saja ada pula “sambel dadakan” alias fresh sambal lengkap dengan lalapannya.

Warung Sunda Kang Zanger di Tuban

Di Jalan Raya Kuta, dekat Plaza Bali.

Menu disini seperti warung2 Sunda lainnya adalah makanan2 spesifik Sunda seperti biasa: gurame goreng, ayam bakar, nasi timbel komplit dll. Sesuatu yang lain di warung Pak Zanger ini adalah adanya SATE Maranggi, yaitu sate daging sapi yang di marinated dgn bumbu unik dari daerah Cikampek lalu dibakar..mmm enak.

Sambel dadakannya juga enak loch…

NASI UDUK

Nasi Uduk Kebon Kacang ada di area Kuta Galeria – Central parking Kuta dan satu lagi di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Nasi uduk ala Jakarta dengan temen2nya seperti ayam goreng, tahu tempe goreng, ati/rampela goreng dgn tak ketinggalan “sambal nasi uduk” yang khas dan mantap. Juga baru buka outlet di Discovery Mall (left wing) jalan Kartika Plaza, Kuta.

MAKANAN JAWA

Dengan banyaknya “pendatang” dari bagian pulau Jawa yang terdekat dengan Bali, maka muncullah berbagai makanan khas Jawa Tengah , Timur dan Madura di Pulau Dewata ini…Dimulai dgn yang sederhana seperti “mie jawa” atau “soto ayam” lalu sate dan gule..yang mula2 dijual diatas “rombong” yang portable dan bisa dibawa berkeliling…akhirnya tersedia di tempat2 yang lebih permanen dan dijual di “warung2 dan rumah makan” yang nyaman dan representative.

Juga ada “ronde Malang” di jalan Imam Bonjol, Denpasar dan satu lagi diwarung kecil di Jalan Raya Kuta....dekat Warung Ibu Tinuk Jalan Raya Kuta..

NASI PECEL IBU TINUK

Adalah Pecel Ibu Tinuk ada dijalan Raya Kuta dan Jalan Kediri, dua2nya di Kuta dan satu lagi di Jalan Teuku Umar, Denpasar (dekat kantor Citibank).

Selain pecel yang terdiri dari rebusan bermacam-macam sayur ditambah bumbu pecel khas ibu Tinuk ada juga urab dan aneka pilihan masakan2 dari Jawa, seperti gudeg, sambel goreng terong, goreng limpa, perkedel, pare, tumis kangkung, sayur bening, opor ayam, empal, dan lain2. Jangan lupa kalau pesan pecel harus bilang mau yang tidak pedas atau yang “normal” alias pedassss….semua enak…,

PECEL MADIUN

Pecel Madiun ada dijalan Teuku Umar, Denpasar . Cukup ramai menawarkan menu seperti yang juga terdapat di Ibu Tinuk.

Cukup mempunyai banyak penggemar,.Masakan2 nya yang sudah disiapkan dan didisplay untuk kita pilih pada waktu pesan. Semuanya ENAAAK. Tinggal pilih saja apa yang mau diambil disamping nasi putih….Juga aneka “dessert” tersedia disini.

WONG SOLO

Wong Solo sudah masuk Bali….

Setelah “pak Wongso” dicalonkan polygamist utama…ibu2 penggemar makan menjadi terbelah dua….ada ibu2 yang ngotot tidak mau lagi makan makanan Wong Solo karena merasa tak nyaman untuk makan ditempat pria yang berpoligami …ibu2 ini ”setia kawan” deh, tetapi ada juga ibu ibu yang “cuwek beib”. Untuk mereka yang penting makanannya enak dan disuka…

Ada dua restoran Wong Solo. Satu di Jalan Raya Kuta., Tuban dan satu lagi di Denpasar didekat jalan Muh Yamin didaerah Renon. Menunya aneka makanan Jawa seperti Ayam Bakar, Gudeg, Mi Goreng, Nasi Goreng, dan banyak lagi.. Tempe dan tahu goreng nya juga enak lho

SEGO LIWET SOLO-Denpasar

Nah yang ini juga makanan unik….apalagi untuk orang2 yang bukan dari Solo dan belum pernah mencoba sego liwet Solo, must try deh…

Bisa memilih nasi putih biasa, atau nasi gurih (uduk) lalu kalau memilih sego liwet tentu dgn perlengkapannya yang cocok seperti ayam opor suwir, sambal goreng labu, bisa tambah telor pindang dan tak ketinggalan “cannot live without” yaitu sambel…Yang unik dari sego liwet ini adalah suatu tambahan bernama “kumut” sebangsa “whipped cream” lokal ala solo, mungkin dibuat dari putih telor or santan…….

Kalau ingin menu pilihan sendiri juga tersedia bermacam-macam masakan yang menggairahkan. Banyak sih macemnya a.l. Ceker semur, gudeg, duhhh banyak, kesana saja, pasti tidak menyesal…oh iya ada salat solo, ada ayam dan ikan goreng, jengkol, pete…tempe tahu bacem, sayur cabe ijo besar, perkedel, empal, sosis solo kare dan opor ayam, tumpang yah dll Exciting deh.

Berlokasi di Jalan Imam Bonjol no 259 Denpasar, baru buka jam 19:00 karena menebeng diemperan toko HP yang tutup sekitar jam 19:00…, .

Kalau dari setopan lampu merah T.Umar/I.Bonjol kearah Kuta…adanya disebelah kiri jalan, sebelum restoran Ayam Goreng Widuran.

AYAM TALIWANG

Ada dua restoran Ayam Taliwang di Jalan Teuku Umar, Denpasar dan ada satu di Jalan Raya Kuta di daerah Kuta.

Menyajikan makanan khas Lombok yaitu ayam kampung goreng atau ayam bakar ala Lombok yang diolesi bumbu khas Lombok…biasanya dengan rasa pedas…

Disajikan dgn Plecing Kangkung Lombok atau sayur khas Lombok bernama “beberuk” terdiri dari irisan terung mentah, dll .Pedas? Yess!

Anda masih berani makan kambing guling?

Kalau kita menghadiri pesta resepsi pernikahan di gedung2 di Jakarta biasanya ‘langsung merasa senang” kalau melihat bahwa disana ada section “kambing guling” diantara makanan2 yang disiapkan untuk para tetamu...langsung saja kita “serbu”.

Nah sekarang di Bali kita tak usah lagi menunggu diundang ke resepsi, tetapi pergi saja anytime ke Denpasar, sebab disana telah tersedia warung khas yang menjual Kambing Guling.

KAMBING GULING BANG MUZNI di Denpasar

Kambing guling terenak di Bali ya disinilah..Juga tersedia sate dan gule…

(rahasia nih ye, kambingnya diimport dari New Zealand…)

Kapan lagi bisa makan sate “lamb” yang empuk dari New Zealand. Harga miring kok tidak membuat keselekkkk seperti katakanlah harga secangkir kopi di Kudeta atau Ritz Carlton… .

Lokasi dekat simpang tiga jalan Tukad Barito yang menghubungkan Tukad Pakerisan dan Tukad Batanghari, Denpasar.

Perlu diketahui untuk Anda yang tinggal di Bali, Pak Muzni ini bisa juga catering ketempat Anda lengkap dgn dengan membawa semua perlengkapan yang diperlukan untuk menghidangkan Kambing Guling komplit ini di private party Anda. Semua bisa disediakannya, kambing guling komplit dengan nasi, sayur dan sebagainya, juga counter khusus untuk menaruh makanan2 lainnya seperti salad/sayur/buah2an, juga piring2 dan sendok garpu. Pokoknya lengkap bisa menyediakan meja dan kursi malah juga berikut waiters/waitresses, dll. Instant garden party deh. Anda tinggal memesan saja semuanya itu kepada Pak Ade Muzni yang bisa dihubungi lewat HP nomor 0818 250 403.

SATE DAN GULE KAMBING

Terdapat dibanyak tempat...ada di tenda2 pinggir jalan ada juga di warung dan rumah makan yang permanen.

Yang tempatnya ok ada di jalan By Pass Ngurah Rai di daerah Tuban, dekat Patung Ngurah Rai. Juga dari Patung Ngurah Rai kearah airport, ada Sate kambing disebelah kanan jalan, sebelum pertigaan ke Jalan Raya Tuban/Jalan Raya Kuta. Dan satu lagi didekat situ diseberang “Patung Kuda” bersebelahan dengan RM Padang ACC Minang.

Di Denpasar ada yang enak yaitu dijalan “Marlboro” tak jauh dari perempatan T.Umar/I.Bonjol. (kira2 50 meter di sebelah kiri jalan).

WARUNG BATAVIA

Satu di area Kuta Galeria – Central parking dan dua di Seminyak

Aneka masakan Indonesia, digemari oleh orang Barat dan Timur.

Makanan sudah dimasak dan di display, dan kita memilih dulu, mau nasi putih atau kuning, plus beberapa pilihan masakan khas Indonesia yang kita inginkan, seperti gudeg nangka, tumis toge dan tahu, kare ayam, kare ikan, sayur asem, sambel goreng tempe, tempe dan tahu goreng, sambal goreng tempe iris dan ikan teri, pare goreng telor, sambal goreng labu, sambal goreng kentang iris dan ikan teri….dan sup kepala ikan dll dll (gado2 nya a-la-minute berarti made-to-order alias diulek ditempat setelah dipesan)

WARUNG COTO MAKASSAR di Jalan Raya Kuta-Tuban

Terletak antara Warung nasi pecel Ibu Tinuk dan Warung Sunda Kang Zanger.

Yang ingin mencoba soto mangkassara mampirlah disini untuk menikmati soto dengan bumbu2 khas kesukaan daerah Sulsel.

Dan last but not least......NASI JINGGO Rp 2.500.-/bungkus

Terdapat dibanyak pelosok Kuta, Legian, Denpasar, Sanur.....

Sangat diminati oleh karyawan dan mahasiswa karena alasan utama yaitu harganya yang rata2 hanya Rp 2.500.- per bungkus. Alasan kedua? Enak!

Untuk karyawan dan karyawati yang tak sempat makan pagi dirumahnya, karena harus mempersiapkan diri untuk pergi kerja, biasa membeli “nasi jinggo” yang terdapat dibanyak tempat.

Ada yang dibungkus dgn daun pisang, ada juga yang dgn kertas minyak warna coklat.

Isi standard dari nasi jinggo ini adalah nasi putih, dengan pilihan antara daging ayam, sapi atau telur, lalu ditambah mi goreng, kadang tempe goreng sambel kering DAN yang menjadi keistimewaan nasi jinggo ini adalah sambalnya , enak dan cukup pedas merangsang. Kalau ingin versi nasi kuning biasanya harganya sekitar Rp 3. 000.- per bungkus.Pokoknya cukup untuk makan pagi sebelum kerja.

Sorenya mereka muncul lagi di pinggir pinggir jalan strategis ..Cocok banget untuk mereka2 yang pulang kerja, yang malas atau tak sempat memasak makan malam.... Populer untuk orang kos2-an dan orang2 kantoran. Cobalah.

Prepared by
Utut Irawan
Apr07

special thanks boeat 'vita untuk kiriman artikel ini.... top margotop dah pokokna...