Showing posts with label surabaya. Show all posts
Showing posts with label surabaya. Show all posts

Monday, May 23, 2011

Lontong Balap Pak Gendut

Lontong balap Pak Gendut ini konon berdiri sejak tahun 1956. Woww, bayangkan.. sejak Negara ini dipimpin oleh Presiden Soekarno lontong balap ini sudah ada.
Letaknya ada di Jl. Kranggan Surabaya. Untuk mudahnya saya beri petunjuk biar gampang kalau mencari, dari jalan protokol Basuki Rachmat (Plaza Tunjugan) terus aja kemudian belok kiri (ke Jl. Embong Malang); mentok belok kanan (Jl. Blauran); kemudian belok kiri (Jl. Kranggan).
Di Jl. Kranggan ini banyak penjaja lontong balap namun yang best sellernya Pak Gendut ini, tempatnya di depan Bioskop Garuda, sekarang sih sudah tutup tergusur oleh 21.
Penyajiannya cepat sekali, piring berisi lontong sudah disiapkan berjajar di depan penjualnya, tinggal dituang kuah lontong balap yang diambil dari tungku sisi kanan. Tungku di hangati dengan cara kuno, masih dengan kayu bakar.
Perbedaan lontong balap Pak Gendut ini dibanding yang lain adalah dari kecambahnya. Kecambahnya kecil-kecil pendek dan renyah, enggak lembek/layu. Namun sayang, saat kami beli disana kuahnya terasa kurang panas, terkesan agak dingin.
Selain lontong balap, Pak Gendut juga menyediakan sate kerang buat pelengkap dan es kelapa muda  sebagai pelega dahaga. Kabarnya beberapa musisi kondang dari Surabaya sering mampir juga di tempat ini saat mereka pulang kampung.

2 porsi lontong balap, 2 porsi sate kerang dan 2 gelas es kelapa muda bisa ditebus dengan harga kurang dari limapuluh ribu.

Untuk rasa, penyajian dll ngincip memberi nilai 7 dari 10. Silahkan mencoba, salam ngincip dari Kota Pahlawan.

Tuesday, February 03, 2009

Gudeg Djogja Bu De (Surabaya)

Untuk yang gemar makan Gudeg Jogja dan kebetulan tinggal di Surabaya, engga usah bingung-bingung. Ngincip dan relawan Supreh menemukan tempat mangkal yang menyajikan makanan khas Jogja ini, lumayan buat ngobati kangen pas lagi pengen.

Gudeg Jogja ini terletak di jalan Raya Bandara Juanda, gampangnya lewat Jl. Wonokromo saja lempeng, nanti kalau ada plang Bandara Juanda (sebelah kiri jalan) tinggal belok kiri, trus lurusss aja sambil mata tengok ke kiri ngamatin. Nanti ada warung kecil dengan keber "Gudeg Djogja Bu De", nah.. tinggal puter balik, parkir, masuk, duduk dan pesen menunya :).


Menu ada dua macem, pedes dan engga pedes. Kalau yang pedes dikasih krecek, sedangkan lauknya bisa milih Ayam atau Telur. Ngincip mencoba porsi campur (daging dan ayam) pedes alias pakai krecek.
Gudegnya yummy banget, sepertinya dimasak cukup lama, rasa manisnya pas dan remasuk di 'thewel' sampai dalem bumbunya, agak kering, rasanya pas seperti Gudeg Jogja di daerah asalnya. Ayamnya juga empuk dan kenyal, begitu pula dengan telurnya yang gudeg banget.. halah.. Satu yang buat saya ampun-ampun adalah kreceknya, pedesnya amit-amit, saya coba comot sedikit dari piring tetangga langsung kapok. Buat yang doyan pedes ini krecek rekomendasi banget.


Dua piring gudeg (satu ga pedes) dan dua es teh manis bisa di tuker sama duit duapuluh tiga ribu rupiyah.

Ngincip memberi nilai 3 1/2 gudeg dari 5 gudeg, layak dicoba ;). Salam Ngincip dari Surabaya...

Tuesday, October 14, 2008

Waroeng Wongso - PTC Surabaya

Kadang bingung juga pas pengen maem waktu lagi jalan di mall. Apalagi buwat perut yang udah terbiasa ama makanan rumahan :p. Nah kali ini ngincip dan relawan Supreh mencoba ubek-ubek tempat makan di mall yang menyuguhkan makanan rumahan.

PTC atau Pakuwon Trade Center Surabaya, ditempat ini kemaren kami mendarat. Tempat makan yang dicoba namanya Waroeng Wongso, alamatnya di PTC UG BLOK E7/21-23. Nah loh, bingung? kalo kesasar bisa hubungi ke nomer inih 031.70633868. Waroeng ini juga melayani delivery, cuma ada beberapa syaratnya yang menyangkut jarak dan jumlah pesanan.

Kemaren kami mencoba memesan Nasi campur daging dan Nasi campur ayam, bisa diliat di foto.. tapi grrrhhh.. salah seting kamera keknya, jadinya blur :((.
Nasi campur daging dimasak kek semur, agak manis-manis bumbunya, dilengkapi oseng-oseng tahu dan kacang panjang plus telor rebus setengah potong, juga ada mie. Kalau nasi campur ayam dimasak bumbu bali, yang lainnya sama persis, yakni mie, oseng-oseng dan telur. Sambel yang disuguhkan ok juga, pedes tapi gak terlalu pedes. Saya yang sensitip ama sambel kemaren ternyata bisa menghabiskan tandas tanpa sakit perut pula :D. Bumbu yang dipakai standar , tapi olahannya pas, kerasa enak.

Nasi campur daging, Nasi campur ayam, Kelapa muda dan Es teh bisa ditebas dengan harga 20 ribu, mayan kan ;)

ngincip memberi nilai 3.75wongso dari 5 wongso, patut dicoba ;)

Saturday, September 27, 2008

Lontong Kikil - Surabaya

Lontong kikil ini awal berdirinya cuma warung biasa aja di tepi jalan Jemur Andayani, Surabaya. Sekarang membuka cabang, masih di daerah Jemur juga, tempatnya kira-kira cuma 100m dari warung pertama. Bedanya cabangnya lebih gedhe dan bangunan permanen alias Depot. Depot ini namanya Sumber Jaya, ada disebelah kiri jalan jika kendaraan menuju ke Jl. Ahmad Yani. Alamat lengkap depot ini di Jl. Jemur Andayani No. 40, Surabaya; Telp. 8473420, 71553375.

Ngincip mengajak Supre sebagai relawan, kami mencoba dua menu yang berbeda, Tahu Campur dan Lontong Kikil.


Tahu campur isinya standar, ada ketela yg ditumbuk, daging, selada, mie, krupuk, daging koyor. Nah, bedanya kalau tahu campur disini dikasih kikil dua biji sebesar pentol, plus tulang muda, entah itu telinga atau bagian mana gak ngerti, yang pasti empuk. Kuahnya sedep, rasa petisnya juga pas di lidah, agak manis dan engga amis.



Lontong kikil kuahnya sedep, ada aroma kikil tapi lembut, engga menyengat. Kuahnya sendiri ditaburi dengan daun bawang, rasanya agak pedes dan kental. Kikil juga kenyal empuk, pas banget. Konon makanan kikil ini mengandung banyak glukotamin, bagus ini buat kesehatan. Semua dihidangkan dengan sepiring lontong dan seiris jeruk purut buat campuran kuahnya.

Total untuk 1 Lontong Kikil, 1 Tahu Campur, 2 eh teh manis bisa ditebas seharga 19.500,-.

Untuk kikil ngincip memberi nilai 4 dari 5; Tahu campur 3,5 dari 5. Sip.. ;)

Saturday, August 23, 2008

Belut

Ada satu makanan unik yang Ngincip temukan, yakni masakan yang diolah dari belut. Di Surabaya masakan ini dapat ditemukan di Jl. Ngagel Jaya selatan No. 143. Biar gak bingung, cari saja Supermarket Bilka, mayan terkenal tuh, seputaran jalan Ngagel dari tukang becak, sopir bemo pasti tau semua itu Supermarket . Tepatnya terletak sekitar 50 meter dari Supermarket Bilka. Dari jalan kelihatan ada spanduk warna kuning dengan tulisan BELUT, jadi dijamin ga bakal kesasar.


Belut yang dihidangkan berbagai macam, Ngincip dan relawan Supre mencoba memesan menu Belut saos inggris dan belut mabuk. Pada dasarnya semua belut dihidangkan sama yakni dikupas dari tulangnya dan di goreng setengah kemripik, setelah itu baru diolah dengan bumbu sesuai pesanan. Bumbu yang dihidangkan rasanya juga mirip2 taste'nya dengan cirikhas bawang yang di penyet dan ditabur diatasnya. Untuk belut mabuk ternyata hidangan dimasak dengan arak/alkohol.. hasilnya malah bikin eneg, rasa alkoholnya campur dengan bawang dan bumbu.

Total untuk dua nasi, dua es teh, belut saos inggris dan belut mabuk Rp 49.000,-. Ngincip memberi nilai 3 belut dari lima belut. Unik..

Salam ngincip... ;)

Saturday, August 02, 2008

Bubur Ayam Surya

Awalnya Ngincip pengen mencari makanan non karbohidrat, dalam rangka menghindari perut jemblung dan menggelambir alias dalam rangka diet :p. Tapi untuk menghemat waktu dan jarak abis belanja bulanan, akhirnya Ngincip dan seorang sukarelawan mencari tempat makanan yang deket-deket supermarket situh.
Yah, kami akhirnya singgah di warung bubur ayam, kelolosan karbohidrat semangkuk engga papalah, lagipula sukarelawan yang diajak ngincip juga baru maem sekali hari itu, jadi engga seberapa ngefek :D.

gbr : bubur 3 rasa & bubur empal

Bubur ayam Surya ini sudah ada sejak delapan tahun lalu. Saya absen makan di warung ini sudah lama sekali, sekitar enam tahun lebih sepertinya, sekarang bentuknya masih sama cuma lebih sedikit mejanya entah kena gusur ato memang penghematan lahan.
Bubur Ayam Surya terletak di jalan manyar kertoardjo, seberang Supermarket Bonnet dan disamping kanan (kalau berhadapan) Rumah Makan Fajar, engga sulit untuk dicari. Kalau bingung cari aja Gramedia di Kertajaya (semua pasti tau) kemudian kalau udah sampai situ tanya tukang becak dimana letak Supermarket Bonnet, ketemu dah. ;).

Ngincip saat itu memesan Bubur 3 Rasa dan Bubur Empal. Bubur dihidangkan semangkuk dengan lauk standar sayur asin yang diserut kecil-kecil dan kerupuk dari gorengan tepung. Kemudian semua itu dipadu dengan menu2 khusus seperti empal, telur dll tergantung pesanan. Buburnya sendiri sudah berasa aroma kaldu ayam, namun lembut banget. Perpaduan lauk dan buburnya pas sekali, sayur asin yang kecut-kecut membuat bubur engga terasa eneg, sedang empal dimasak manis, jadi kontras di lidah, selain itu ada juga campuran kecap asin untuk dicampur di bubur biar lebih gurih.

Total untuk dua mangkuk bubur dan dua teh ditebus 21.500 rupiah.

ngincip memberi nilai 3 dari 5

Monday, July 28, 2008

Coto Makasar

Bingung cari makan, udah malem tapi perut belum diisi... akhirnya kami memutuskan untuk hinggap di Depot Ala Maya, yang terletak di Dr. Sutomo no. 73. Kebetulan ini depot bukanya sampe jam 12 malem, jadi Ngincip engga keburu untuk menikmatinya, masih ada waktu dua jam sebelum tutup. Ala Maya gampang banget di cari, kalo bingung tinggal tanya aja KonJen Amrik, nah kalo dah nemu terus aja lurus ngurutin nomornya, ntar di sebelah kiri pasti nemu dah itu depot.


Coto Makasar ini makanan khas di Kota Makasar (dari namanya semua orang juga tau :p), biasa dihidangkan semangkuk kecil plus Ketupat. Rasa Coto ini pekat sekali, dagingnya empuk dilengkapi jerohan potongan ati, otak dll. Kuah coto diberi campuran bawang goreng dan daun bawang biar lebih sedep plus jeruk nipis sebagai penetralisir agar kuah yang pekat engga terasa eneg di tenggorokan.


Untuk pelega tenggorokan kami mencoba Pisang Ijo dan Es kacang merah, konon keduanya juga minuman khas Makasar. Pisang Ijo terdiri dari pisang raja dibungkus dengan tepung warna hijau, kemudian ditaburi "bubur sumsum" di atasnya kemudian diberi pasrahan es, susu kental putih dan sirup layaknya es campur. Es kacang merah lebih sederhana, hanya kacang merah rebus yang diberi pasrahan es dan dilumuri susu kental coklat, kacang rebusnya empukkk banget, pas pokoknya.

Perpaduan Pisang Ijo dan Coto Makasar ini engga disarankan Ngincip, mengingat dua-duanya adalah makanan yang pekat sekali, jadi abis maem perut rasanya jadi eneg :p. Dua-duanya oke punya, yummy banget. Total untuk dua coto, satu pisang ijo, satu es kacang merah, satu ketupat dan satu es teh manis adalah 39.500,-. Murah ato mahal? tergantung lidah anda menilai..

dari 5 coto, ngincip memberi nilai 4.. patut dicoba ;)


note : warung ini sekarang (2011) udah engga ada, tempatnya kena gusur :(. Ngincip belom nemu pindah kemana.

Saturday, May 24, 2008

Sate Klopo

Berdasarkan rujukan dari Buk Maya untuk incip-incip makanan emperan yang konon sempet didatengi ama acara televisi bertema makan-makan, jadinya ngincip penasaran juga pengen nyobain, sedahsyat apa toh rasaya...?? :D.

Sate klopo ini terletak di Jl. Ondomohen, Surabaya. Rute yang paling gampang adalah anda cari aja Delta Plaza, kalo udah ketemu jalan terussss kemudian di perempatan air mancur belok kanan (arah ke Balai Kota), ambil jalur kiri kemudian lurus mentok, pertigaan belok kiri, lurus aja, nanti sebelum naik ke jembatan, di sebelah kanan (hampir ujung jalan sebelum perempatan) ada emperan andok disana, bakul sate dengan keber warna kuning bertuliskan Sate Klopo. Nah itu dia tempatnya !!

Sate klopo disini ada tiga macem, Daging, Usus dan Sumsum. Saat itu ngincip bersama sukarelawan Mbak Supre mencoba sate daging dua porsi. Karena kita kehabisan lontong jadinya si penjual menawarkan nasi. Satu porsi sate ada 10 tusuk yang masing-masingnya terdiri dari 50% daging dan sisanya gajih alias lemak, sate ditaburi ama parutan kelapa kemudian dibakar diatas arang bathok. Jadinya saat digigit krenyes-krenyes kelapa masih terasa dilidah, dagingnya sendiri empuk, apalagi gajihnya :p. Bumbu seperti biasa bumbu kacang ditambah irisan bawang dan lombok, sayang bumbu kacangnya dikit banget. Nasi yang disuguhkan juga ditaburi serundeng kering yang gurih khas sate klopo.

Untuk dua porsi sate plus nasi putih dan es teh, ngincip menebus dengan harga 28ribu, mayan mahal juga :D

untuk rasa, ngincip memberi nilai 2,5 klopo dari 5 klopo, silahkan mencoba ;)... salam ngincip dari Surabaya.



Saturday, February 09, 2008

Nasi Timbel - Tip Top

.
Timbel yang saya tahu adalah sebuah benda kecil berwarna abu-abu dan berfungsi sebagai pemberat. Benda ini biasanya di pasang di ujung senar pancing untuk memperkuat lemparan biar lebih jauh dan agar kail tidak mengambang. Namun Nasi Timbel yang di survey Ngincip dan Miss Supre bukan nasi berlauk pemberat itu tadi, namun Nasi Timbel hanya sebuah istilah penamaan saja.

Nasi Timbel entah dari daerah mana asal muasal nama itu terbentuk lebih cocok kalo disebut dengan Nasi Sayur Asem komplit. Komplit karena lauk pauknya yang melimpah ruah. Nasi Timbel di Surabaya di jual di Depot yang bernama Tip-Top, tepatnya di jalan Manyart Kertoarjo V/38. Kalo bingung daerah sini tanya aja sama orang-orang jalan menuju ke Supermarket Bonnet di Manyar, nah.. depot ini sederetan ama Supermarket tersebut.

Nasi Empal & Sayur Asem

Depot ini tidak besar, kira-kira ada lima meja kecil untuk menampung empat orang dan lima meja besar (meja keluarga) yang bisa dibuat maem bersama untuk delapan sampai sepuluh orang. Kondisi ruangan cukup nyaman, AC dingin, ruangan bersih dan pelayanan cukup cepat.
Menu yang ditawarkan seputar makanan rumahan (istilahe keren'e opo yo??), namun menu spesialnya adalah Nasi timbel. Nasti timbel bisa dikolaborasikan dengan berbagai lauk yang beraneka ragam, Bandeng, Ayam, Bebek, Empal dan lainnya. Saya mencoba Nasi Timbel Empal dan Miss Supre Nasi Timbel Ayam.
Baik Nasi timbel Ayam maupun Empal ada lauk standar yang disajikan, seperti tahu dua potong, tempe satu potong ikan asin (gerih) yang engga seberapa asin, potongan ayam kecil2, kremesan (bisa nambah gratis), mentimun sebagai lalapan dan tentu saja Sayur Asem.


Empal cukup empuk, mudah dipotong dengan sendok garpu, ikan asin juga enak kriuk-kriuk, begitu pula kremesannya yang menambah taste jika ditaburin diatas nasi. Sayur asem dihidangkan terpisah di dalam mangkuk kecil, isinya kacang panjang, kol dan krai. Sayur asemnya sendiri enak banget, rasa asemnya mantap dan pas. Kacang Panjang dan Kol dibuat agak matang tapi engga terlalu lembek, jadi masih kriuk saat digigit. Kuah yang butek menurut Miss Supre itu dikarenakan campuran miri yang rada banyak, lidah saya tidak cukup peka untuk membedakan dimana rasa asemnya dan kemirinya??. Setahu saya miri itu buat penyubur rambut kalo dibakar dan diambil minyaknya :p

Kekurangan dari depot ini adalah,
1. Ada lalat berkeliaran, meskipun tidak mengganggu karena menurut saya lalat2 itu membuat suasana tampak lebih alami haha
2. Kuah sayur asemnya dikit banget, padahal itu yang enak.
3. Lauk pauk engga seberapa panas, coba kalu empal, tahu, tempe masih panas kebul-kebul pasti lebih sip margosip.
4. Tidak ada harga di menunya

Total untuk dua es teh, nasi timbel ayam dan nasi timbel empal adalah duapuluh delapan ribu rupiah. Mahal / murah?? sekali lagi, tergantung lidah anda yang menilai ;). Salam nginciup dari kota pahlawan...

Dari lima timbel ngincip memberi nilai empat setengah timbel untuk sayur asemnya, layak dicoba :)

Thursday, January 03, 2008

Kayu Enam

.
Pertama kali mengunjungi tempat ini sekitar tiga atau empat tahun lalu, rumah makan tradisional di kawasan Surabaya yang unik dan enak buat ngobrol-ngobrol.

Kayu Enam, entah mengapa dinamakan seperti itu, namun yang pasti tempat ini memang sarat dengan bangunan dari kayu, baik gubuk2nya buat cangkrukan maupun meja buat duduk, semua di dominasi oleh kayu. Kayu Enam terletak di Jl. Jemursari Selatan IV / 6 Surabaya, dapat dihubungi di nomor telepon 031.8474196. Rumah makan ini menyajikan makanan khas dari pulau lombok.


Ngincip bersama Miss Supre saat itu mencoba menu Gurami Bakar Madu dan Plecing Kangkung. Gurami masih fresh banget, ditangkep langsung dari kolam penampungan kemudian dibakar dan ditaburin bumbu yang rasanya manis agak pedas, entah manis ini berasal dari madu atau apa. Gurami dibakar cukup matang tapi engga sampai krispy, daging di sayat di beberapa bagian dan bumbu dibiarkan meresap sehingga tiap bagian dari ikan terasa yummy. Sedang plecing kangkungnya renyah sekali, sepertinya ini memang kangkung dari lombok, batangnya besar2 dan berwarna hijau muda, renyah saat di gigit, engga alot seperti kangkung lokal di sby yang kecil2.


Kangkung ditaburin ulek-an sambel dan kacang tanah goreng diatasnya, mayan ajaib ramuan lombok ini karena perut saya yang sensitif ternyata engga bereaksi setelah menelan campuran plecing dan lombok ini.

Saat Ngincip dan Miss Supre mensurvey ada beberapa nilai minus untuk tempat ini, yaitu banyak lalat berterbangan, mungkin karena bau ikan bakar ini. Sayang mas-nya engga seberapa peka untuk menyalakan lilin. Ehmm.. tempat ini sepertinya oke banget kalau malam2, terlihat romantis (asal gak ada nyamuke :p).

Total yang harus ditebas untuk 1 porsi gurami bakar madu, 1 plecing kangkung, 2 nasi putih, 1 es lemon tea dan 1 es teh manis adalah 48 ribu rupiah. Mahal? tergantung lidah anda... ;)

untuk rasa ngincip memberi nilai 4 1/2 dari 5... layak dicoba...

salam ngincip dari Surabaya

Saturday, October 13, 2007

Lontong Kikil

Pada awalnya kami ingin mencoba Lontong Kikil yang pernah diulas di sebuah televisi tentang wisata kuliner, Lontong Kikil yang berada di daerah Simolawang. Namun setelah mecari dua kali daerah tersebut dan tidak ketemu akhirnya perburuan Lontong Kikil berubah haluan ke daerah Waru, jauh amat haluannya yak :p.

Ngincip kembali mensurvey bersama Pratu. Pratu ini seperti rekan saya si Denny, namun bedanya dia terbungkus dalam tubuh seorang wanita hiakakaka. Dia mampu menghabiskan semua makanan dengan tandas tak bersisa termasuk siap menghabiskan makananku yang tak habis pula, anggota ngincip tulen :p.
Lontong kikil Waru terletak di daerah Waru dan konon penjual yang sekarang adalah generasi ketiga alias cucunya, untuk menuju kesana paling gampang anda cari saja bunderan Waru, tapi ambil sisi kiri jangan belok kanan ke bundaran. Jalan lurus aja sampai tampak Jembatan layang, tetap ambil sisi kiri (jangan naik jembatan). Seteleh itu ganti haluan ambil sisi kanan mepet ke jembatan, setelah itu putar balik (kalau belok kanan ke Terminal Purabaya). Setelah putar balik liat sisi kiri, nanti ada warung cilik yang cukup rame, warung Lontong Kikil Waru, nah itu dia... !!


Lontong kikil ini disajikan dalam sebuah mangkuk, terdiri dari empat atau lima potong kikil yang cukup besar, kikilnya empuk banget. Bagi para Bapak-Ibuk yang pakai gigi palsu pun tak perlu kuatir untuk mencicip menu ini hehe. Menurut Pratu, kuahnya terlalu bening dan kurang kental, namun menurut saya rasanya cukup full taste. Rasa kaldunya cukupan engga terlalu menyengat, di meja disiapkan potongan jeruk purut untuk campuran kuah biar engga terlalu enek, tapi sayang jeruk purutnya kok rada hambar alias kurang masam, jadinya engga seberapa pengaruh setelah di kecrotin. Untuk penyedap, lontong kikil ditaburin ama potongan daun bawang, dari bonggol sampe daunnya dimasukin semua.

Harga yang harus ditebas untuk dua porsi kikil, lontong dan dua gelas es teh adalah delapan belas ribu rupiah (betul ? saya ditraktir soalnya jadi engga perhatian haha), patut dicoba.

Ngincip memberi nilai tiga setengah dari lima. Salam ngincip di cerita berikutnya ;)

Saturday, September 08, 2007

Nasi item

Pada awalnya bermula dari sebuah perbincangan di blog teman tentang mie item yang ada di Jakarta, tapi entah mengapa pembahasan berbelok ke nasi item yang bercokol di Surabaya, tepatnya Jalan Klampis Jaya No. 25B. Ngincip kali ini 'nodong' Pratu sebagai guidenya, kebetulan tanggal muda dan tentunya yang bersangkutan masih berkelimpahan kekeke.

gbr : suasana di dalam Rice Box

'Rice Box', itu nama restonya.. engga seberapa besar, kira-kira hanya ada 8 meja saja yang masing-masingnya dapat menampung empat orang. Suasana di dalam lumayan nyaman, konsep minimalis dengan dominasi warna orange membuat tampak segar diiringi alunan musik easy listening yang sedikit nge-jazz, volume sayup-sayup cukup jelas di telinga namun tidak mendominasi sehingga perbincangan lirih pun tidak terganggu olehnya, pendingin udara juga pas temperaturnya.


gbr : nasi goreng selangit (kiri), nasi goreng item (kanan)

Kami mencoba dua menu, Nasi Goreng Item Seafood& Nasi Goreng Selangit. Nasi goreng item, memang nasi yang di goreng biasa namun berwarna hitam, bukan hitam gosong tapi konon hitam itu berasal dari campuran tinta cumi-cumi (atau gurita yak ?? lupa :p), rasanya mayan unik tapi kalo lidah engga peka ga bisa ngerasain bumbu khasnya, soalnya lembut banget. Nasi Goreng dicampur dengan potongan-potongan udang dan cumi yang engga pelit alias mayan banyak berserakan. Nasi dihidangkan bareng dengan sambal 'ramuan khusus' yang uueenaaakkkkk... agak manis dan pedesnya pas, jadi perutku yang sensitif ini tidak berontak :D, disamping itu acar juga enak, di potong tipis2, manis kecut dan sedikit kenyal... sepertinya itu krai ya ?, bukan mentimun.

Ibuk Guide si Pratu memesan Nasi Goreng Selangit, warnanya coklat gelap. Ngincip mencomot sesendok dan... rasaaneee ueenakkk ternyata. Nasi Goreng ini diberi bumbu rawon, dan kayaknya rasa kluweknya kentara banget alias remasuk di nasinya, jadi aromanya berat. Nasi Goreng selangit diberi sambal khusus dan krupuk beberapa biji, ngincip engga sempet merasakan sambalnya (keburu abis) :p.

Porsi menurut ngincip mayan boanyak, ini porsi kalo dirumah bisa dimakan buat dua kali jam makan, jam enam malem dan jam sembilan malem, tapi heran si Guide kok ya bisa abis ludes ... terus terang, aku pulang kelempoken wakakaka

Nasi goreng seafood bisa diganti dengan harga 16rb, sedang nasi goreng selangit ditebas dengan harga 15rb. Mahal ? Murah ?... tergantung lidah anda menilai :)

salam ngincip dari Surabaya....

Thursday, June 28, 2007

Rawon Setan - Surabaya

Beberapa waktu yang lalu di Surabaya sempat heboh gara-gara muncul gembar-gembor adanya Rawon Setan. Jadi bertanya-tanya, kenapa itu rawon dinamakan Rawon Setan ? ... apa penjualnya setan ? atau berdandan ala mbak kunti dan kawan-kawannya ?. Bukann !!, ternyata julukan ini bermula dari penjual Rawon yang bukanya mulai jam 22.00 wib alias jam sepuluh malam hingga dini hari.
Namun entah mengapa sekarang Rawon Setan ini sudah kehilangan "ciri khas"nya... beberapa waktu yang lalu ngincip mencoba ini rawon jam 21.00 wib dan ternyata sudah buka. Sayang sekali, mungkin mengejar omset yak ? hehehe...

kiri rawon pisah, kanan rawon campur, maap fotonya ancur.. pake hape soalnya :p

Rawon setan ini terletak di Jalan Embong Malang, persis di seberang Hotel JW Marriott, untuk lebih mudahnya cari saja Tunjungan Plaza di jalan Basuki Rahmat (kalo bangunan ini pasti dah penduduk sby dari tukang becak sampai sopir taxi tahu), teruusss aja lurus (ambil sisi sebelah kiri). Nanti kalau ada pertigaan lurus/kiri aja (kalau kanan ke Grahadi). Nah sampai deh di jalan Embong Malang, ambil sisi kanan dan pasang mata baik-baik.

Pada dasarnya Rawon Ini rasanya normal aja, engga ada bedanya ama Rawon buatan nyokap. Saat ngincip mencoba kuahnya..sluurrpp... ehmm taste-nya krasa rawon banget, bumbunya sedep dan kluweknya pas banget di lidah tapi engga ada yang istimewa, namun yang membuat beda adalah saat ngincip melahap dagingnya, dagingnya empuk puk puk dan berukuran gedheee, entah itu daging di presto atau apa, masih segar tapi lembut seratnya.
Ngincip mencoba dengan sepupu tempo hari, merogoh kocek sebesar Rp. 46.000,- untuk dua porsi Rawon Campur, satu porsi Rawon pisah, satu es teh tawar dan satu jeruk hangat.

ngincip memberi nilai 4,5 setan dari 5 setan.... patut dicoba :).

salam setan... eh.. salam ngincip..

Thursday, June 07, 2007

Tahu Kraton - Surabaya

Sudah lama banget mau posting makanan ini tapi gak sempat-sempat, bukan lantaran engga ada waktu tapi sudah dua kali lebih makan disana tapi ada saja masalah yang berkaitan dengan jurnalistiknya :p, bateray abis engga bisa motret lah.. lupa harganya lah.. jadinya info yang mau di tulis gak lengkap.

Nah kemarin ini untuk yang kesekian kalinya (lagi) makan Tahu Kraton atau yang lebih familiar dengan sebutan Tahu Campur. Responden kali ini membawa Emmy sensei yg kebetulan lagi datang berkunjung ke Kota Pahlawan, manusia asing yang ternyata lebih mengenal Surabaya dari pada penduduk aslinya :)).... akhirnya jadi juga ya makan disini setelah gagal tempo hari hahaha...

Tahu Kraton terletak di jalan Ngemplak Gang I (ada plang penunjuk jalannya di depan dengn tulisan "TAHU KRATON"), bagi yang bawa roda empat, bisa diparkir di mulut gang kemudian jalan sekitar dua puluh meter kedalam. Tempatnya berupa Depot, sederhana namun bersih. Jalan yang paling gampang ditempuh adalah melalui jalan Ambengan (melewati persimpangan rel kereta api), kemudian luruuuusss aja (ambil sisi kanan). Kalau udah mentok nanti belok kanan (ke arah undaan/pasar atom), (setelah belok kanan) kalau ketemu u-turn yg pertama langsung belok putar balik kemudian ambil sisi kiri... cari deh itu Jl Ngemplak 1 (gang kecil letaknya agak pojok sebelum tikungan terakhir).

tahu kraton alias tahu campur

Tahu Kraton atau Campur ini memang unik, ada potongan telur rebus, selada, kentang, kecambah, mie kuning, ketela yg udah diolah, daging koyor, tomat, krupuk udang, emping dan tentu saja petis dan kuahnya yang ga tau terbuat dari apa tapi yang pasti bumbunya sedep apalagi kalo dimaem pas panas-panas.... ehhmmm.. enyakk

untuk sepiring tahu kraton dan segelas es teh bisa ditebas dengan harga Rp. 11.000,-

ngincip memberi 4 1/2 kraton dari 5 kraton... gud dan pantas dicoba ;)

Wednesday, March 28, 2007

Batagor Bandung - Surabaya

Batagor sebenarnya makanan khas kota Bandung, tapi di Surabaya dapat juga ditemui, ngincip kali ini engga membawa responden alias sendirian... pulang dari gramed baca-baca gratisan trus perut laper, ya udah deh mampir.
Batagor Bandung terletak di jalan Raya Manyar, jalan paling gampang cari aja Gereja Santa Maria atau lebih dikenal dengan Gereja Ngagel (di jalan ngagel). Detilnya seperti ini... kalau dari arah Dharmawangsa lurus aja menuju ke Pucang, lalu tiap ada traffic light tengok ke sisi kiri, kalo ada belokan dengan nama jalan Ngagel Jaya Utara langsung aja banting setir... dah lurusssss aja (ntar ketemu greja itu) tetep lurus aja sampe mentog.. abis itu belok kiri (satu arah), udah deh.. tinggal lihat sebelah kiri aja, disitu berjajar warung-warung, cari yang ada tulisannya Batagor Bandung diatas keber warna putih.

gambar : jeruk hangat plus sepiring batagor

Sepiring Batagor dipatok harga Rp. 6.000,- terdiri dari Siomay, Tahu, Kol, Kentang, Telur yang masing-masing dihargai Rp. 1.200,-. Es Teh manis Rp. 1.500,-, Es Jeruk Manis Rp. 2.500,-. Nah siap-siap aja duit Rp. 8.000,- udah bisa menikmati sepiring Batagor Bandung plus Es Teh dan biaya Parkir motor tanpa karcis :p.

Dari 5 tertinggi, ngincip memberi point 3,5... harga ama kenikmatan layak dicoba ;)... salam ngincip

Tuesday, March 13, 2007

Bakso Jagalan - Surabaya

Review :kali ini makanan yang bernama Bakso. Peserta team ngincip yakni Bo, Lusida, Pepei... kebetulan udah lama banget janjian ama pei mau cangkruk buat ngobrol tapi ga pernah kesampaian (sebelum dia nikah dan menghilang) lalu janjian ama bo ngajakin ngebaso (lego wes kesampaian ?) ama ngunjungi studio-nya lusida yang meski tetanggaan tapi ga pernah tak kunjungi, maap ya tante :p... jadi sore tadi intinya ngelebur janji jadi satu ehehe.

Bakso Jagalan terletak di Jalan Jagalan, Surabaya. Jalan paling gampang untuk ditempuh yakni lewat depan Delta Plaza jalan lurus aja sampai mentok belok kanan, lalu ambil sisi kiri, luruuussss aja sampai mentok lalu belok kiri (jalan ondomohen). Di jalan ondomohen tikungan pertama (pertigaan) belok kanan, lurus aja sampai ada traffic light lalu belok kiri (ambil sisi kanan), lurus terus sampai mentog lalu belok kanan (jalan undaan). Nah sampai sini liat kiri aja cari jalan besar yang bernama Jagalan (terkenal dengan toko obat ban sen tong). Bakso Jagalan terletak agak ujung (sebelum traffic light) sebelah kiri jalan, ada kebernya warna kuning yang maap engga kepikiran untuk di poto karena kekenyangan.

Bakso jagalan porsi besar plus Es Teh dibandrol seharga Rp. 19.500,- dapet 1 tahu, 1 gorengan, 1 pentol kotak, 2 pentol halus plus 1 pentol isi telur puyuh plus mie kuning. Rasa kuah kaldunya (dan micin) kerasa banget, jadi tambah sedep karena dicampuri daun bawang & bawang goreng. Di meja tersedia saus tomat, kecap manis, sambal dan jeruk nipis buat campuran dan boleh diambil gratis tentunya :p. Kalau mau curang jeruk nipis bisa buat campuran es teh biar jadi lemon tea hehe. Untuk porsi separuh (porsi kecil) Bakso Jagalan bisa ditebas dengan harga Rp. 11.000,- sayang saat Bo dan aku datang mangkuk Lus & Pei sudah tandas :p... bisa dibantu isinya apa aja tante ?

Sehabis kenyang pulang deh, mampir ke studionya Lus' beristirahat sejenak sambil menurunkan beban di perut.... nyam.. dari 5 nyam, ngincip memberi nilai 4 nyam

note : thanks buat bo, lusida, pei buat waktunya..

Friday, February 09, 2007

Pangsit Mie Kapas Krampung - Surabaya

Hehehe... ini warung kecil di bengkel Gajah Mada - Kapas Krampung, Surabaya. Lokasinya deket ama Bank Niaga Kapas Krampung. Di warung itu... ada juga bakpao yang uuuenak... empuk2 gitu... ada yang isi ayam ama babi. hargae 3000-4000an. Kapan hari pernah beli buat orang rumah... ehhh.... suka kabeh :D. tapi kalo datang kemalaman ke situ, ya g isa beli bakpaonya... udah kehabisan pasti.

Ada juga es kacang ijo Rp. 4000,-/mangkuk. Es kacang ijoe ada godirnya. Mie pangsitnya enak lho... porsinya juga terbilang pas sih. Hargae sekitar 8-9rban. tergantung ama bakwan atau engga. Tempatnya lumayan juga buat cangkruk2 gitu... sambil ngobrol2. bukanya mulai jam 6an sampe jam 9.30. kadang sampe jam 10 juga si.... tergantung rame engga-nya kayaknya.

Ada yang minat nyoba ??? ajak2 ya kalo mau ke situ.... ;)).

Monday, January 29, 2007

Ikan Bakar (Lesehan) "SUNDA" - Surabaya

Di Surabaya banyak juga resto/ depot/ warung yang menjual menu-menu Sunda yang sebenarnya didominasi ma ikan bakar. Salah satunya adalah depot Ikan Bakar (Lesehan) "SUNDA" yang beralamat di Jl. Dharmahusada 155, Surabaya, telp 60722200 (kali aja mo pesen lewat telp :p) Tempatnya segera bisa diketahui karena di depan depot dipasang semacam spanduk (?) lengkap dengan foto menu paket.

Sebenernya depot ini pernah juga terlihat di ruko sebelah TMP Jl. Mayjend Sungkono, hanya saja tidak berhasil diketahui apakah salah satunya merupakan cabang dari yang lain karena selama ini ngincip belum pernah mencoba makan di Jl. Mayjend. (Saat tulisan ini diposting tidak diketahui apakah di ruko itu masih ada depot dengan nama yang sama)


Di depot ini disediakan menu paket yang lumayan murah.
Paket I untuk 2 orang dengan harga Rp. 26.000,-
Menu :
  • 1 macam lauk
  • 2 nasi putih (disajikan dalam bakul)
  • 2 es teh manis (bisa diganti teh panas baik tawar maupun manis)
  • urap-urap
  • sambel (bisa pilih sambel terasi atau sambel pencit) dan lalap (mentimun, kacang panjang, daun kemangi)
Paket II untuk 4 orang dengan harga Rp. 50.000,-
Menu :
  • 2 macam lauk
  • 4 nasi putih (disajikan dalam bakul)
  • 4 es teh manis (bisa diganti teh panas baik tawar maupun manis)
  • urap-urap
  • sambel (bisa pilih sambel terasi atau sambel pencit) dan lalap (mentimun, kacang panjang, daun kemangi)
Paket III untuk 6 orang seharga Rp. 76.000,-
Menu :
  • 3 macam lauk
  • 6 nasi putih (disajikan dalam bakul)
  • 6 es teh manis (bisa diganti teh panas baik tawar maupun manis)
  • sayur asem / kangkung
  • urap-urap
  • sambel (bisa pilih sambel terasi atau sambel pencit) dan lalap (mentimun, kacang panjang, daun kemangi)
Dalam paket ini lauk yang dapat dipilih yaitu :
  • Gurame : goreng, bakar, pesmol, asam manis
  • Dorang : goreng, bakar, pesmol
  • Cumi : goreng tepung, bakar, cumi khas "SUNDA" (ditumis bumbu merah)
  • Udang : goreng tepung, bakar, saos Inggris, udang khas "SUNDA" (sama seperti cumi)
  • Kakap : bakar, kakap fillet asam manis
  • Baronang : bakar
  • Tengiri : bakar, goreng, pesmol
  • Ayam : goreng / bakar
  • Bandeng : bakar / goreng tanpa duri
Ket : untuk asam manis, saos Inggris, udang / cumi khas "SUNDA", ayam goreng / bakar per ekor tambah biaya Rp. 3.500,-


Selain menu dalam paket tentu saja ada menu a la carte dengan harga sama murahnya. Ada juga sedikit menu sayur seperti cah kangkung, cah taoge tahu / ikan asin.

Di depot ini direkomendasikan untuk memilih menu bakar. Keistimewaan menu bakar adalah pada bumbunya. Bumbu juga bisa merasuk ke dalam daging ikan dan daging ikan pun gak berbau / berasa amis. Bumbu yang digunakan bisa dipilih bumbu manis atau pedas. Selama ini karena teman makan selalu orang yang gak suka pedas (kebetulan kok terus orang yang gak suka pedas) jadi ngincip tidak tahu mana bumbu yang lebih enak. Untuk kedua sambelnya pada dasarnya sama, bedanya hanyalah ada irisan mangga muda (pencit) pada sambel pecit.

Sekedar peringatan mungkin anda sebaiknya gak mencoba menu udang / cumi khas "SUNDA" karena rasa bumbunya sedikit terasa bukan bumbu baru (bumbu yang dibuat beberapa hari sebelumnya). Pertama sempat berpikir mungkin itulah rasa khas-nya tapi kata teman yang ikut makan memang rasa bumbunya sedikit 'aneh'.

Selamat ngincip... ^^

Saturday, January 27, 2007

Tahu Teck Pak Ali - Surabaya

Jalanan masih tampak basah dengan sisa-sisa hujan tadi sore, menjelang Pk. 20.00 perut sudah protes kelapran. Sehabis pulang dari rumah temen nge-service CPU, ngincip mampir ke Tahu Teck Pak Ali yang terletak di Jl. Dinoyo tepatnya Jl. Dinoyo No. 147-A (patokan paling gampang adalah di seberang Toko Roti Suzana). Tempatnya tidak besar, hanya warung sederhana yang kira-kira bisa menampung sekitar maksimal 20 orang.

Namun jangan salah, meski demikian warung emperan ini banyak dikunjungi beberapa artis ternama, sebut saja Katon Bagaskara, Cathy VJ MTV dan beberapa artis lainnya, tampak pula foto-foto dan testimonial mereka terpampang berjejer di tembok sedang berpose sendirian atau bahkan dengan Pak Alinya sendiri yang setiap hari juga menunggu warungnya.

Ngincip membawa responen Deny, salah satu penggemar segala macam makanan baik yang halal maupun haram :D, keistimewaan tahu teck ini terletak pada petisnya. Tahu Teck disuguhkan satu porsi berisi lontong, kentang, telur dadar orek (optional), tahu, krupuk. Kentang dan tahu di goreng terlebih dahulu kemudian semuanya dipotong-potong dengan gunting yg menimbulkan suara teck..teck..teck.., itu sebabnya mengapa makanan ini disebut tahu teck (mungkin). Kemudian ditabur dengan potongan daun sledri biar beraroma dan tentu saja disiram petis. Petis Pak Ali sangat kental, berwarna hitam pekat dan rasanya manis (mungkin dicampur kecap), sedikit kerasa campuran rasa bawang uleg buat penyedap.


Bumbu petis sangat banyak sehingga mantab, semua makanan bisa terbumbui merata. Harga satu porsi Tahu Teck plus telor dan segelas es teh bisa di beli dengan harga Rp. 8.500,-

Komentar team Ngincip setelah mencoba : Two thumbs up buat Tahu Teck Pak Ali, leker tenan :)

Thursday, January 25, 2007

Wedang Ronde - Surabaya

Wedang Ronde, minuman khas Jawa Tengah ini ternyata bisa ditemui di Surabaya, tepatnya di Jl. Biliton. Tempat ini cukup mudah untuk ditemukan karena ada Spanduknya Kuning yang berkibar di kiri jalan.



Wedang ronde ini dijual seharga Rp. 2.500,-. Setelah mencoba satu mangkuk, rasanya boleh banget, pedas wedang jahenya krasa pas, taburan kacang gorengnya juga enak seperti kacang Madura, kriuk-kriuk (engga lembek). Kolang-kaling di iris agak tipis dan empuk. Cuma sayang rondenya sendiri kurang nyeplus (isinya kurang banyak hehe) kalau digigit, namun rasa dan kenyalnya udah sip. Disamping Wedang ronde, warung ini juga menyediakan jajan pasar seperti sate telur puyuh, lumpia dan lain-lain.


gambar wedang ronde, sate telur puyuh dan lumpia

note : thx to emm' yg udah ngasih tau tempat ini...