Saturday, February 09, 2008

Nasi Timbel - Tip Top

.
Timbel yang saya tahu adalah sebuah benda kecil berwarna abu-abu dan berfungsi sebagai pemberat. Benda ini biasanya di pasang di ujung senar pancing untuk memperkuat lemparan biar lebih jauh dan agar kail tidak mengambang. Namun Nasi Timbel yang di survey Ngincip dan Miss Supre bukan nasi berlauk pemberat itu tadi, namun Nasi Timbel hanya sebuah istilah penamaan saja.

Nasi Timbel entah dari daerah mana asal muasal nama itu terbentuk lebih cocok kalo disebut dengan Nasi Sayur Asem komplit. Komplit karena lauk pauknya yang melimpah ruah. Nasi Timbel di Surabaya di jual di Depot yang bernama Tip-Top, tepatnya di jalan Manyart Kertoarjo V/38. Kalo bingung daerah sini tanya aja sama orang-orang jalan menuju ke Supermarket Bonnet di Manyar, nah.. depot ini sederetan ama Supermarket tersebut.

Nasi Empal & Sayur Asem

Depot ini tidak besar, kira-kira ada lima meja kecil untuk menampung empat orang dan lima meja besar (meja keluarga) yang bisa dibuat maem bersama untuk delapan sampai sepuluh orang. Kondisi ruangan cukup nyaman, AC dingin, ruangan bersih dan pelayanan cukup cepat.
Menu yang ditawarkan seputar makanan rumahan (istilahe keren'e opo yo??), namun menu spesialnya adalah Nasi timbel. Nasti timbel bisa dikolaborasikan dengan berbagai lauk yang beraneka ragam, Bandeng, Ayam, Bebek, Empal dan lainnya. Saya mencoba Nasi Timbel Empal dan Miss Supre Nasi Timbel Ayam.
Baik Nasi timbel Ayam maupun Empal ada lauk standar yang disajikan, seperti tahu dua potong, tempe satu potong ikan asin (gerih) yang engga seberapa asin, potongan ayam kecil2, kremesan (bisa nambah gratis), mentimun sebagai lalapan dan tentu saja Sayur Asem.


Empal cukup empuk, mudah dipotong dengan sendok garpu, ikan asin juga enak kriuk-kriuk, begitu pula kremesannya yang menambah taste jika ditaburin diatas nasi. Sayur asem dihidangkan terpisah di dalam mangkuk kecil, isinya kacang panjang, kol dan krai. Sayur asemnya sendiri enak banget, rasa asemnya mantap dan pas. Kacang Panjang dan Kol dibuat agak matang tapi engga terlalu lembek, jadi masih kriuk saat digigit. Kuah yang butek menurut Miss Supre itu dikarenakan campuran miri yang rada banyak, lidah saya tidak cukup peka untuk membedakan dimana rasa asemnya dan kemirinya??. Setahu saya miri itu buat penyubur rambut kalo dibakar dan diambil minyaknya :p

Kekurangan dari depot ini adalah,
1. Ada lalat berkeliaran, meskipun tidak mengganggu karena menurut saya lalat2 itu membuat suasana tampak lebih alami haha
2. Kuah sayur asemnya dikit banget, padahal itu yang enak.
3. Lauk pauk engga seberapa panas, coba kalu empal, tahu, tempe masih panas kebul-kebul pasti lebih sip margosip.
4. Tidak ada harga di menunya

Total untuk dua es teh, nasi timbel ayam dan nasi timbel empal adalah duapuluh delapan ribu rupiah. Mahal / murah?? sekali lagi, tergantung lidah anda yang menilai ;). Salam nginciup dari kota pahlawan...

Dari lima timbel ngincip memberi nilai empat setengah timbel untuk sayur asemnya, layak dicoba :)

5 comments:

Pre-chan said...

trima kasih dah ngajak orang ngidam >:D< huehueu.. kecut, seger, sluurrp..

valens said...

matur nuwun juga sudah mau nemenin survey ngincip, btw ngidam opo 'rek sampe pengen sing kecut2 seger ;))

imoet said...

wah....jadi inget2 waktu jaman kerja di alto. lunch sering ke tip-top ato nitip beliin tip top....

Vanie said...

tambahan info, Tip Top ada di beberapa tempat di sby.
1. Di villa bukit mas, kalo mau ke Golden City Mall Mayjen, belok kiri sebelum McD, sisi kiri jalan.

2. Di Pasar Atom. tapi aku lupa lokasi pastinya dimana :p. nanya warga pasar atom aja ya.

Mee said...

Mas, Mas, Nasi timbel itu masakan dari Jawa Barat loh.
Artinya adalah nasi yang dibungkus, dibungkus daun ataupun plastik, tapi bukan nasi bungkus warung2 itu loh ya! Nasi timbel itu nasi putihnya aja yang dibungkus. *info dari otang Sunda*
Sekian.