Friday, March 23, 2007

Somori Suyuk (소머리수육) -Incheon, South Korea

Capek semingguan penuh masak, hari minggu kemaren akhirnya kita putuskan buat dining out. Sebenernya banyak pengen nyoba masakan Korea mumpung masih disini, tapi Iki yang sekarang udah ikutan makan bareng gak mungkin makan yang pedes2. Jadinya pilihan kitapun ya jatoh ke makanan yang gak pedes lah.

Kamipun jalan kaki ke restoran langganan yang menunya serba sapi dan berkuah-kuah. Menurut kami, restoran itu yang paling enak lah diseluruh korea kalo buat tipe masakan itu. Kali ini dari menu kita pilih somori suyuk. "So" artinya sapi, "mori" artinya kepala. Jadi bisa disimpulkan yang dihidangkan ya bagian kepalanya sapi.
Pertama-tama seperti di seluruh restoran masakan Korea, datang dulu berpiring-piring kecil kimchi sebagai makanan pembuka. Semuanya gratisss. Tapi kita mesti gak pernah ngabisin barang gratisan itu. Selain Hiro gak suka pedes, aku mau nyiapin ruang2 di lambung buat main food instead of appetizer.

Gak lama nunggu, datanglah sang Somori Suyuk. Hadir dalam wajan batu dangkal yang lebar, lengkap sama kompor gas portable. Aroma kaldu sapi yang pekat bikin piring2 berisi kimchi makanan pembuka tadi tiba-tiba gak menarik lagi. Somori Suyuk ini berisi irisan tipis bagian kepala sapi yang disusun melingkar dibagian dasar wajan, dan beberapa macam sayuran diatasnya. Ada enoki (jamur putih kurus), nira (sejenis daun bawang tapi tipisss), korma, shiitake segar, wortel dan bawang bombay. Well, setidaknya sayur2 itu yang berhasil dikenali penulis hehehe. Kalopun ada yang lain, pasti gak ditulis disini soalnya gak tau namanya :p. Kuahnya cuma sedikit, tapi karena daging sapi bagian kepala ternyata mengandung semacam gelatin, kuahnya jadi kental.



Jerih payah pakai sumpit korea yang dari besi panjang dan gepeng itu hilang lenyap begitu irisan daging tipis pertama masuk dalam mulut (sebelumnya dicocok dulu di mangkuk kecil berisi kecap asin korea, sedikit irisan cabe hijau dan wasabi). Uenakkkkk. legit gitu loh. Ada manis2nya juga hasil urun rasa dari sayur-mayur penghias itu. Entah bagian mana aja dari kepala sapi ada disana, aku cuma bisa mengenali lidah. Rasa kuat dari kaldu itu dinetralisir semangkuk nasi dalam mangkuk besi. Oh ya, di korea harus makan both pake sendok sama sumpit. Sampe sekarang sih masih gak terbiasa makan nasi pake sendok di tangan kiri hihihi, jadi ya tetep ae semua pake tangan kanan, gantian :p.
Setelah semua bahan jadi lembek, datanglah pelayan nyiram wajan itu pakai kuah kaldu sapi lagi. Nyammmm

Makanan ini bisa dibilang dapat bintang 5. Total kerusakan untuk porsi buat 2 orang, 1 mangkuk seolongtan (buat iki), dan 1 botol beer besar 29,000 won (kira-kira Rp. 270.000,00)

3 comments:

valens said...

jadi inget ama Bakso Somori di sby alias bakso kepala sapi, semangkuk cuma 5.000,- rupiah lengkap ama es tehnya hahahah.. bakso yang pentolnya uemmpuk banget.

Mee said...

elly, itu gak kaya sukiyaki ato shabushabu gitu ya?
kok penampakannya mirip nabe ryori gitu?

imoet said...

haduh lens, nyebut2 bakso bikin ngiler ae!!!

enggak kok mee. nabe ryori kan pake panci, ini wajan kok, jadi flat gitu :)